Kembali ke Halaman Utama

Foto-foto ini sudah dilihat oleh: 5100 orang, termasuk para calon Bupati Agam dan calon Gubernur Sumbar 2010 - 2015.

sitalang

Thank you for your help, we have some problems in Sitalang, the nice nagari

The Moslem Student Association of Tokyo Institute of Technology contributed 70.000 yen for nagari Sitalang earthquakes victim, handed over through www.nagari.org and received by Mr. Mukti Rubama

Contribution from Prana Sakti (Traditional Self Defence Arts) for nagari Sitalang earthquakes victim Rp 3.000.000,- received by Mr. Rustam Dt. Sinaro nan Gamuak

70% houses in nagari Sitalang have been damaged by earthquake 30 September 2009

Peringatan: minang atau aie nan janiaeh kini telah surut. Kembalikan minang seperti semula, itulah tanggung jawab kita bersama !!

S.O.S, pada tahun 1983 ketika saya (Ivan) berusia 15 tahun, air banda ini setinggi pinggang saya saat itu.
Pipa air yang ditandai lingkaran merah (saat itu penuh dengan air) yang menyalurkan langsung dari mata air.
Kini air keluar/disalurkan hanya sedikit, menunggu kering samasekali bila tidak ada tindakan darurat.
Di hulu banda ini, arusnya dipakai untuk menggerakkan generator yang menghasilkan listrik untuk penerangan nagari Sitalang (hasil karya Zamri Syaf, pemenang Kalpataru), dan lk. 30 meter di hilir banda ini arusnya digunakan untuk menggerakkan kincir penumbuk padi.
Kini anak nagari harus membayar mahal ke PLN untuk mendapatkan arus listrik, akibat ulah perambah/pencuri kayu di hutan yang dimodali orang kota..

Saya Drs. H. Noor Indones St. Sati, lahir tahun 1936. Ketika berusia 12 - 15 tahun, dari tempat berdiri saat ini/di tepi jalan nagari, saya dengan kawan-kawan sepermainan diantaranya Amir Hamzah, Rasius alm., Darmawin alm. terjun bebas ke lubuak Tabiang yang saat ini telah berubah menjadi pelataran batu.
Saya meninggalkan kampung pada tahun 1951 dengan harapan apa yang ditinggalkan tidak akan berkurang, tapi nyatanya apa yang terjadi !!!
Bentuk lubuak tak bisa lagi saya tunjukkan ke pada anak cucu.

Tanda batas tinggi permukaan aliran air yang normal di sungai Bawan jelas terlihat berupa perbedaan warna permukaan batu besar ini

Kalau saja air sungai Batang Bawan ini normal, tentulah sudah dibuat promosi besar-besaran oleh para penggiat industri/galeh pariwisata di Sumbar.
Cobalah kembalikan dulu volume air Batang Bawan ini ke kondisi normal, barulah kita berhak untuk mempromosikannya sebagai objek wisata (karena kita punya andil!)

Batang Bawan mempunyai hulu di gunuang Danau yang kondisinya rusak oleh pencurian kayu.
Orang-orang kotalah yang membiayai perusakan hutan ini, dan akibatnya menimpa nagari kami.
Semua produk kota berupa listrik, pulsa, mie instan, televisi, HP dsb. kau jual mahal kepada kami yang telah jatuh miskin ini.
Lalu ketika semuanya telah kau hisap dari nagari kami, kau bujuk pula kami untuk menerima dolar, reminbi dari jasa angkat-angkat/melayani beban tamumu/wisatawan.
Dulu kami kaya !! Bumi senang padi menjadi, hewan berkembang ternak berbiak.

Kerbau terakhir milik kami tak bisa lagi berkubang di bancah nan telah kering

Iko bukan wisatawan bule nan diundang untuk arung sungai dan mambagi-bagi dolar, tapi cucu kami nan mulai kuatir pada nasibnya 50 tahun yad.
Batang Bawan alah ka kariang.

Kampuang Malayu di nagari Sitalang nan Barajo Surang
Tak akan sampai 50 tahun lagi anak nagari Sitalang akan mengalami nasib seperti saudara kita di bawah ini.

Foto dicopy dari Kompas 27 Oktober 2009
Membuat sumur di dasar sungai untuk mengambil air minum
Mancaliak kondisi nagari urang yang kekurangan air. Karena orang-orang kota butuh lahan dan kayu, maka hutan rimba warisan nenek moyang (sumber plasma nuftah dan tempat air disimpan) dibabat diganti perkebunan besar yang tak bermanfaat bagi nagari. Akibatnya kita orang yang pernah kaya terpaksa menjadi babu di negeri orang

Tiang jembatan di Tapian Laweh ini akan kami beri penanda tingginya permukaan arus normal.
Kami akan pareso setiap saat berapa centimeter permukaan air bisa dinaikkan (dalam musim panas) oleh penguasa Agam (bupati) atau Sumatera Barat (gubernur)
Naiknya permukaan normal air, akan menaikkan pula kepercayaan kami, dan begitu pula sebaliknya !