sejarah
Hari ini Kamis tanggal 23 November: pada tahun 1616 John Wallis, matematikawan Inggris lahir dan th. 1945 Laskar Hizbullah diresmikan di Pd. Panjang.
HALAMAN UTAMA
HUBUNGI KAMI
ENGLISH VERS.
MINANG KABAU
BUKU TAMU
BAGALANGGANG
BANGUN NAGARI
  • Lhk Tnh Data[16-76]
  • Lhk Agam[4-73]
  • Lhk 50 Koto[9-76]
  • Pasaman[0-30]
  • Pasaman Brt[2-19]
  • Pesisir Sltn[0-36]
  • Sijunjuang[1-45]
  • Dharmasraya[0-21]
  • Solok[0-75]
  • Solok Selatan[0-13]
  • Pdg Pariaman[0-46]
  • Kt Bukit Tinggi[0-5]
  • Kt Padang[0-22]
  • Kt Pdg Panjang[0-4]
  • Kt Payakumbuh[0-7]
  • Kt Pariaman[0-9]
  • Kt Swh Lunto[0-14]
  • Kt Solok[0-1]
  • Surat Gubernur
  • PESAN ADMIN
    1. Untuk menindaklanjuti surat Gubernur kepada Rektor Perguruan Tinggi ttg. pembangunan nagari-nagari saiber, dan sesuai dengan kesepakatan masyarakat SB untuk 'Baliak ba nagari, kambali ba Surau' maka kini saatnya Generasi Muda mengambil peran

    2. Webmaster-Admin (73 th.) bersedia memberi petunjuk gratis cara pembuatan situs semacam itu kepada anak-kemenakan/mahasiswa.

    2. Praktekkan ilmu yang telah Anda pelajari di sekolah-sekolah khususnya ilmu Komputer/komunikasi

    3. Waktu bagi anak-anak muda, tak boleh dibuang percuma hanya karena 'sedang gilo maliek baruak barayun' di panggung-panggung hiburan, di televisi dan di mal-mal.

  • Calon Promotor
  • Masalah Besar I
  • Masalah Besar II
  • Malu indak dibagi
  • Asalnya Masalah
  • Agenda Kita
  • Nan Berprestasi

  • Batuka pandapek dgn urang nan didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang:

  • Gubernur SB: Waktu dalam konfirmasi !

  • L.K.A.A.M - S.B
    Minggu pertama, malam pk. 20.00 - 22.00 setiap bulan atau konfirmasi ke: 0812 661 6986

  • Ketua DPRD Sumbar: Waktu dlm konfirmasi !
  • Bakirim email unt. Mamak:
  • di LKAAM
  • di DPRD
  • di DPD

  • GURITIAK dari PALANTA MAK SATI
  • PRRI di Nagari Sulik Aie - 995875
  • Tiga Peristiwa Tragis di nagari Batipuah - 1054133
  • PRRI di nagari Tabek Sw. Tangah - 1064864
  • Para pemuda Talang dilepas menuju front Juang - 1125712
  • Tugu untuk mengingat PRRI di nagari Muaro Paneh - 1302797
  • 17 orang pemuda Sitalang berangkat ke Silapiang menjadi pejuang PRRI - 1526791
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Keamanan dan Pertahanan - 1429803
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Ekonomi - 1437109
  • P.R.R.I di nagari Rao Rao: Pendidikan di saat perang - 1559137
  • PRRI dalam Pergolakan Daerah th. 1950-an - 1440692
    Lihat Judul-judul Guritiak lainnya

  • Sabai & Mangkutak & JilaAtang di jaman Digital (Wisran Hadi)

  • Orang Minang
  • Paham di nan Duo
  • Cupak nan Duo
  • Alexander the Great
  • Takana jo kawan!
  • Penyumbang situs
  • Toko Buku UNP
  • Unduh yg Diperlukan

  • PRRI di Kt. Anau
  • PRRI di Simarasok
  • Menjaga M. Natsir
    di Rimba Masang
  • Telah dibaca oleh: 1054133 orang.

    Tiga Peristiwa Tragis di nagari Batipuah

    Dikarang oleh : H. si Am Dt. Soda dan H. Radias Dilan

    Pendahuluan

    Dikarang oleh: H. si Am Dt. Soda
    Narasumber: H. Radias Dilan, Rky. Nurmi

    Untuk pelajaran hidup di dunia
    Tulius Cicero pernah berkata
    Historia vita memoria
    Sejarah adalah kehidupan manusia

    Wajib diketahui anak cucu
    Peristiwa di kampung masa lalu
    Kejadian penting membuat haru
    Ambil hikmahnya bila perlu

    Dalam ranah pelajaran sejarah
    Supaya tak muncul sumpah-serapah
    Pantang dibuat cerita fitnah
    Semuanya bertujuan untuk hikmah

    Dua orang narasumber bermukim di rantau
    Di luar daerah Ranah MinangKabau
    Berbeda provinsi, berlainan pulau
    Radias di Jabar, Nurmi di Riau

    Radias Dilan asli Batipuh
    Orang tua, usia sepuh
    Umurnya di atas tujuh puluh
    Tapi ingatan tetap utuh

    Nurmi bermukim di kota Pekanbaru
    Ikut anak, di rumah menantu
    Pulang ke kampung, pebila rindu
    Di situ teringat masa lalu

    Masa lalu di surau Siturak
    Ketika Nurmi usia kanak kanak
    Kakinya patah kena tembak
    Pahanya berdarah luka terkoyak

    Karena tak dicatat satu persatu
    Peristiwa kejadiaan saat itu
    Tugas ahli untuk membantu
    Lakukan penelitian, bila perlu

    Sejak dahulu jaman kuno
    Nagari Batipuh Sepuluh Koto
    Termasuk Guguak serta Malalo
    Koto Piliang, Harimau Campo

    Untuk nagari kerajaan Pagaruyung
    Ibarat benteng sebagai pelindung
    Nagari Batipuh di lereng gunung
    Gajah tongga di Silungkang Sijunjung

    Walau kalimatnya sangat ringkas
    Kesaksian Nurmi serta Radias
    Satu persatu akan dibahas
    Semoga pembaca menjadi puas

    3 kejadiaan diingat sampai kini
    Surau Siturak yang ditembaki
    Rumah Tuan Gadang dibakar api
    Kubu pertahanan di bukit Ulang Ali

    Tragedi Surau Siturak

    Kebiasaan rutin di Surau Siturak
    Selesai diajar orang Siak
    Murid tertidur sangat nyenyak
    Di atas lantai berdesak desak

    Dua orang perempuan menjadi mata-mata
    Menyampaikan laporan kepada tentara
    Di Siturak menginap para gerilya
    Baiknya ditembak dibunuh saja

    Mungkin wanita anggota Gerwani
    Hasil binaan ateis PKI
    Dendam luar biasa kepada PRRI
    Memberi celaka dunsanak sendiri

    Tanpa periksa dengan teliti
    Setelah menerima laporan informasi
    Tentara menyiapkan suatu operasi
    Serangan fajar sebelum pagi

    Tiada peringatan terlebih dahulu
    Surau ditembak, lalu diserbu
    Dinding dan lantai terkena peluru
    Ternyata sasaran telah keliru

    Akibat informasi diberikan salah
    Adang Tuo, Linuih dan Inyiak Sidah
    Mati di tempat bersimbah darah
    Kena peluru tembakan terarah

    Tiga orang lainnya terluka berat
    Di kota Padang mereka dirawat
    Lumin dan Samsidar akhirnya wafat
    Hanya Nurmi yang bisa selamat

    Ketika Nurmi hampir mati
    Tidak mampu tegak berdiri
    Lalu dipangku Buyung Ali
    Orang Siak, guru mengaji

    Kode etik berlaku luas
    Aturan militer sangat tegas
    Objek serangan harus jelas
    Tembakan tak boleh diobral bebas

    Dalam waktu hitungan detik
    Saat Ruh kembali ke Sang Pemilik
    Terdengar teriakan disertai pekik
    Ketika tubuh tercabik cabik

    Melihat kawan luka dan mati
    Upiak Aluih berinisiatif sendiri
    Memberi tahu kepada APRI
    Di dalam surau tak ada PRRI

    Dengan perasaan takut dan gentar
    Upiak Aluih melompat ke luar
    Mengingatkan tentara supaya sadar
    Mereka keliru, salah besar

    Upiak Aluih gadis kecil
    Keluar surau dengan menggigil
    Sambil berteriak memanggil-manggil
    Kami anak anak jangan dibedil

    Setelah APRI kembali ke barak
    Radias datang ke surau Siturak
    Tiada lagi mayat tergeletak
    Orang menjenguk sangat banyak

    Ketika hari mulai siang
    Semua jenazah dibawa pulang
    Korban yang luka mengerang-erang
    Mereka diangkut ke Padang Panjang

    Dalam kekuasaan APRI dan PRRI
    Perbuatan itu sangat keji
    Dalangnya pantas dihukum mati
    Membuat fitnah, kebiasaan PKI

    Tujuan kerja bermacam macam
    Motivasinya sangat beragam
    Apakah itu masalah dendam
    Kita mengucap, wollohu aqlam

    Kaum Komunis punya pegangan
    Untuk mencapai suatu tujuan
    Segala cara halal dilakukan
    Termasuk fitnah serta pembunuhan

    Menurut cerita dari orang ke orang
    Kedua perempuan segera menghilang
    Seorang lari ke nagari Tambangan
    Seorang lagi sembunyi di Padang Panjang

    Karena letaknya strategis sekali
    Di Tambangan basis pejuang PRRI
    Letnan Arbain komandan kompi
    Dari kesatuan batalyon Merapi

    Tanpa rundingan atau komunikasi
    Antara APRI dengan PRRI
    Kedua dalang dijatuhi sangsi
    Mereka dibunuh setelah diinterogasi

    Karena rusaknya sangat parah
    Bangunan surau kini dipindah
    Untuk diperbaiki sangat susah
    Bekas lahannya dijadikan sawah

    Rumah Tuan Gadang dibakar

    Memori Radias belum hilang
    Saat dia melepas pandang
    Ke arah istana Tuan Gadang
    Ketika dibakar menjadi arang

    Sebagai simbol adat budaya
    Istana menyimpan benda Pusaka
    Termasuk emas, barang berharga
    Ketika bergolak tidak dijaga

    Simbol adat Koto Piliang
    Situs sejarah orang Minang
    Rumah Gadang sembilan ruang
    Dibakar habis, ketika siang

    Apakah ini suatu siasat
    Taktik strategi tentara Pusat
    Supaya Minang cepat taat
    Situs budaya harus disikat

    Radias Dilan masih teringat
    Sesudah belajar, jam istirahat
    Di SMP Penampung Kubu nan IV
    Api menjulang sangat cepat

    Saat istana sedang dibakar
    Jelas terlihat, api membesar
    Ditiup angin berkobar-kobar
    Disaksikan, semua para pelajar

    Untuk membuat suatu alibi
    Dibuat fitnah yang dicari cari
    Ada pejuang sedang sembunyi
    Faktanya istana sedang terkunci

    Pewaris istana saat itu
    Tinggal di kota, tanpa ragu
    Tidak memihak kepada yang berseteru
    APRI dan PRRI, keduanya dibantu

    Tuan Gadang bermukim di Padang Panjang
    Menunggu hasil sawah ladang
    Hidup terasa lebih tenang
    Kawannya banyak para pedagang

    Seandainya terjadi suatu musibah
    Agar keturunan tidak punah
    Dunsanak Tuan Gadang, Dayang Fatimah
    Disuruh pergi supaya pindah

    Radias mengungkap sebuah fakta
    Dayang Fatimah merantau ke Jakarta
    Saat di kampung terjadi huru hara
    Di rantau Betawi meninggal dunia

    Kubu pertahanan di bukit Ulang Ali

    Di dekat bukit Ulang Ali
    Peristiwa tragis pernah terjadi
    Manusia dilenyapkan sekehendak hati
    Oleh oknum berpakaian resmi

    Kuburan masal ketika perang
    Di Pakan Kamis tanah lapang
    Korban ditembak di tepi lubang
    Menggunakan pistol atau senapang

    Digelari Pak Bawang sebagai algojo
    Hobinya bercatur main domino
    Termasuk anggota tentara Soekarno
    Dibawah pimpinan kolonel Pranoto

    Walau tiada catatan resmi
    Sumber penulis ingin bersaksi
    Ratusan nyawa hilang di sini
    Dahulu benteng pertahanan APRI

    6 kerabat engku Radias
    Termasuk Dinar menyimpan emas
    Di belakang kantor, nyawanya lepas
    Akibat ulah OPR culas

    Dinar, ibu tiri dari saksi
    Beliau difitnah oleh OPR-PKI
    Menjadi spion mata-mata PRRI
    Di belakang kantor dibunuh mati

    Ketika Dinar memetik lada
    Menyimpan emas di belahan dada
    Ada OPR pembantu tentara
    Melihat perhiasan hatinya tergoda

    Malang nasib rakyat sipil
    Dibawah todongan senjata bedil
    Emas perhiasan lalu diambil
    Dinar ketakutan badan menggigil

    Wanita lain berparas elok
    Kakak beradik Nurlela dan Nondok
    Ada laki-laki Yunus dan Angku Mok
    Waktu ditahan tak boleh ditengok

    Untuk membuktikan ada kejahatan
    Mereka diberi suatu tuduhan
    Membantu PRRI di dalam hutan
    Wajib dikurung dalam tahanan

    Semua tahanan lalu dikurung
    Kalau tamu datang berkunjung
    Walaupun dunsanak, saudara kandung
    Dilarang bertemu secara langsung

    Tahanan dikurung di dalam kamar
    Ketika diinterogasi sering ditampar
    Wajah di muka tampak memar
    Termasuk perempuan bernama Dinar

    Mardjohan bungsu terkecil
    Tinggal di jorong Kubu Kerikil
    Kedua kakaknya pejuang berbedil
    Djohan tetap warga sipil

    Kepada Djohan tentara bertanya
    Dimana kakak saudara berdua
    Mardjohan menjawab apa adanya
    Sedang di rimba melakukan gerilya

    Mardjohan diberi sepotong surat
    Sifatnya rahasia tertutup rapat
    Agar diantar ke C-1 tentara Pusat
    Dengan kantor wali sangatlah dekat

    Dua kilometer mengayuh sepeda
    Mengantarkan surat isinya rahasia
    Supaya Djohan ditahan disana
    Dijadikan tumbal sebagai sandera

    Berhari hari sepeda masih tersandar
    Di depan kantor didekat pagar
    Mardjohan tak lagi pernah keluar
    Sampai kini tiada kabar

    Setengah abad telah berlalu
    Di belakang markas seksi C-1
    Korban dibunuh satu-persatu
    Mungkin Mardjohan ada di situ

    Tentang materi atau isi
    Yang ditulis dalam puisi
    Diminta saran maupun koreksi
    Silakan hubungi nomor ini

    0812 8123 9337

    Di tempat 3 Januari 2015




    Link dengan situs-situs Dialektika, Logika dan Sistematika serta Toko Buku.
    nan AMPEK I ||   anggt. DPR-DPRD ||   Syair Berhaji ||   RASO-PARESO ||   Kisah PRRI ||   PITARUAH AYAH ||
    Situs komunitas nagari.org mulai dibangun th. 2002, 2003 BPNK, 2005-v2, 2007-v3. All Right Reserved, Contact and Info : info@nagari.or.id
    This site support for MSIE 5.5+, Flash 5+, JavaScript, 800 x 600 px