sejarah
Hari ini Senin tanggal 29 May: pada tahun 1953 Edmund Hillary menaklukkan Himalaya
HALAMAN UTAMA
HUBUNGI KAMI
ENGLISH VERS.
MINANG KABAU
BUKU TAMU
BAGALANGGANG
  • Lhk Tnh Data[16-76]
  • Lhk Agam[4-73]
  • Lhk 50 Koto[9-76]
  • Pasaman[0-30]
  • Pasaman Brt[2-19]
  • Pesisir Sltn[0-36]
  • Sijunjuang[1-45]
  • Dharmasraya[0-21]
  • Solok[0-75]
  • Solok Selatan[0-13]
  • Pdg Pariaman[0-46]
  • Kt Bukit Tinggi[0-5]
  • Kt Padang[0-22]
  • Kt Pdg Panjang[0-4]
  • Kt Payakumbuh[0-7]
  • Kt Pariaman[0-9]
  • Kt Swh Lunto[0-14]
  • Kt Solok[0-1]
  • Surat Gubernur
  • PESAN ADMIN
    1. Untuk menindaklanjuti surat Gubernur kepada Rektor Perguruan Tinggi ttg. pembangunan nagari-nagari saiber, dan sesuai dengan kesepakatan masyarakat SB untuk 'Baliak ba nagari, kambali ba Surau' maka kini saatnya Generasi Muda mengambil peran

    2. Webmaster-Admin (71 th.) bersedia memberi petunjuk gratis cara pembuatan situs semacam itu kepada anak-kemenakan/mahasiswa.

    2. Praktekkan ilmu yang telah Anda pelajari di sekolah-sekolah khususnya ilmu Komputer/komunikasi

    3. Waktu bagi anak-anak muda, tak boleh dibuang percuma hanya karena 'sedang gilo maliek baruak barayun' di panggung-panggung hiburan, di televisi dan di mal-mal.

  • Calon Promotor
  • Masalah Besar I
  • Masalah Besar II
  • Malu indak dibagi
  • Asalnya Masalah
  • Agenda Kita
  • Nan Berprestasi

  • Batuka pandapek dgn urang nan didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang:

  • Gubernur SB: Waktu dalam konfirmasi !

  • L.K.A.A.M - S.B
    Minggu pertama, malam pk. 20.00 - 22.00 setiap bulan atau konfirmasi ke: 0812 661 6986

  • Ketua DPRD Sumbar: Waktu dlm konfirmasi !
  • Bakirim email unt. Mamak:
  • di LKAAM
  • di DPRD
  • di DPD

  • GURITIAK dari PALANTA MAK SATI
  • PRRI di Nagari Sulik Aie - 877172
  • Tiga Peristiwa Tragis di nagari Batipuah - 955512
  • PRRI di nagari Tabek Sw. Tangah - 956198
  • Para pemuda Talang dilepas menuju front Juang - 1003292
  • Tugu untuk mengingat PRRI di nagari Muaro Paneh - 1179408
  • 17 orang pemuda Sitalang berangkat ke Silapiang menjadi pejuang PRRI - 1407553
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Keamanan dan Pertahanan - 1302530
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Ekonomi - 1303244
  • P.R.R.I di nagari Rao Rao: Pendidikan di saat perang - 1407754
  • PRRI dalam Pergolakan Daerah th. 1950-an - 1288946
    Lihat Judul-judul Guritiak lainnya

  • Sabai & Mangkutak & JilaAtang di jaman Digital (Wisran Hadi)

  • Orang Minang
  • Paham di nan Duo
  • Cupak nan Duo
  • Alexander the Great
  • Takana jo kawan!
  • Penyumbang situs
  • Toko Buku UNP
  • Unduh yg Diperlukan

  • PRRI di Kt. Anau
  • PRRI di Simarasok
  • Menjaga M. Natsir
    di Rimba Masang
  • Telah dibaca oleh: 956198 orang.

    PRRI di nagari Tabek Sw. Tangah

    Dikarang oleh : H. si Am Dt. Soda, Amrie Ramli, Hazli Nurdin

    PRRI di nagari Tabek-Sw. Tangah

    Tiga remaja kampung menuntut ilmu di Kota

    56 tahun kami berpisah
    Tiga manula ingin berkisah
    Bukan menggurui atau berkhotbah
    Bercerita lama kejadiaan sejarah

    Abraham, Amrie serta Hazli
    Remaja kampung anak nagari
    Tidur di Surau di malam hari
    Semuanya lancar ketika mengaji

    Pelajaran sejarah untuk keluarga
    Menjadi obor ibarat pelita
    atau kompas oleh Nakhoda
    Diambil hikmah, kata Ulama

    Kini hidup saling berjauhan
    Puluhan tahun tak pernah berhadapan
    Amrie dan Abraham tinggal di perantauan
    Hazli bermukim dekat kampung halaman

    Meskipun hidup jauh di rantau
    Produk asli didikan surau
    Hasil budaya adat Minang Kabau
    Menghadapi globalisasi tidaklah risau

    Agustus 57, dalam ingatan
    Kami bertiga baru berkenalan
    di Batusangkar kota pendidikan
    Asalnya kampung saling berjauhan

    Karena Indonesia baru merdeka
    Jumlah SMP hanya 2
    Semua senang sangat bahagia
    Ada guru, dari Jawa

    Bapak Sutrisno mengajar kami
    membawa pesan, penuh misi
    Lagu Jawa, kami tak mengerti
    liriknya bagus, sangat serasi

    Srengenge nyunar kanti mulyo, Manuk-e niber ono ing wit witan, Khewane nyenggut ono ing pasuketan, Ayo podo muji Allah kang Mulyo.

    Ketika belajar di SMP 1
    Hari Senen sampai Sabtu
    Pulang ke kampung hari Minggu
    Mengambil belanja, uang saku

    Bukannya kikir ataupun pelit
    Orang tua, hidupnya sulit
    Duit diberi sangat sedikit
    Paling banyak hanya seringgit

    Pulang ke kampung masing-masing

    Semuanya berharap menjadi pintar
    Enam bulan terasa sebentar
    Ketika datang sebuah kabar
    Mungkin perang akan berkobar

    Kota Batusangkar bergerak maju
    Ada universitas yang masih baru
    Perguruan Tinggi Pendidikan Guru
    Mahasiswa banyak sampai seribu

    Sejarah mencatat secara tertulis
    Muhammad Yamin tokoh nasionalis
    Beliau ingin meninggalkan waris
    Dia berbuat secara logis

    Dalam percaturan tingkat nasional
    Rencana mulia sejak awal
    Menjadikan Batusangkar kota terkenal
    Mencetak guru sebagai modal

    Sayang, seribu kali sayang
    Rezim Soekarno menjadi penghalang
    Batusangkar juga akan diserang
    Mahasiswa bersiap untuk berperang

    Inilah petuah anak nagari
    “Musuh tak boleh dicari-cari
    bila datang jangan dihindari
    Sangat terlarang bersikap banci”

    Di lapangan rumput Beringin Sati
    Mahasiswa berlatih setiap hari
    Menggunakan senjata membela diri
    Persiapan perang yang akan dihadapi

    Latihan dipimpin oleh instruktur
    Mengokang senjata, memasang sangkur
    Menggunakan senapan ketika bertempur
    Memberi aba-aba kalau mundur

    Karena kuwatir terjadi peperangan
    Dari kampung datang panggilan
    Orang tua sangat ketakutan
    Anak di rantau bisa kelaparan

    Sesudah subuh, selesai sembahyang
    Ke nagari Tabek berdua pulang
    Tiada kenderaan untuk ditumpang
    Sampai di rumah menjelang siang

    Sebagai remaja asalnya kampung
    Tidak malu ataupun canggung
    Membawa bungkusan dengan dijunjung
    Barang dikemas menggunakan sarung

    Si Am pulang ke nagari Tanjung
    Di sana dia punya kampung
    Kami berjauhan, tak saling kunjung
    Tiada komunikasi alat penghubung

    Ketika terjadi pergolakan Daerah
    Ibarat perceraian Ibu dan Ayah
    Kakak dan adik ikut terpisah
    Semua orang menjadi susah

    Saat perang sedang terjadi
    Kami bertiga menjadi saksi
    Kejadiaan peristiwa di dalam nagari
    Dialami langsung menimpa diri

    Cerita Abraham tentang PRRI
    Tidak ditulis di syair ini
    Tapi dibuat karangan tersendiri
    Dengan Google bisa dicari

    Melanjutkan pendidikan di SMP Penampung

    Dalam suasana perang berkobar
    Di setiap kecamatan di Tanah Datar
    PRRI tak melupakan kewajiban dasar
    Menyediakan sekolah untuk pelajar

    Tanpa birokrasi bertele tele
    Tidak dibantu Cukong dan Toke
    Di Sawah Tangah didirikan SMP
    Sekolah siang sampai sore

    SMP didirikan di Sawah Tangah
    Supaya ijok lebih mudah
    Saat musuh datang menggeledah
    Orangpun sembunyi di bukit lembah

    Bukit lembah di lereng Merapi
    Tempat strategis untuk sembunyi
    Di situ berkumpul pejuang PRRI
    Susah disergap tentara APRI

    Kebiasaan tentara kalau beroperasi
    Mereka ke kampung saat pagi
    Mengganggu aktivitas anak nagari
    Makanya belajar di sore hari

    Ketika berangkat menuju sekolah
    Dari Tabek ke Sawah Tangah
    Bukan perjalanan dibilang mudah
    Terkadang muncul ada masalah

    Bertemu tentara saat patroli
    Naik kenderaan atau jalan kaki
    Kami distop supaya berhenti
    lalu ditanyai tempat PRRI

    Kalau jawaban ada salah
    Maka tentara akan marah
    Hazli menjawab dengan berkilah
    Kami hanya anak sekolah

    Amri menunjuk bukit dan gunung
    Bukan lokasi secara langsung
    Tampaknya tentara menjadi bingung
    Karena jawaban sangat menggantung

    Menurut pikiran orang waras
    Bukit dan gunung sangat luas
    Kalau diserbu takkan tuntas
    Jurang dan tebing sangat ganas

    Sudah terbukti ketika perang
    Tempat ijok orang Minang
    Bukan di dataran tanah lapang
    Tapi di rimba hutan yang lengang

    Amrie dan Hazli sedang di sekolah
    Dua sahabat jarang berpisah
    Mortir ditembakkan ke Sawah Tangah
    Bom yang jatuh membuat masalah

    Karena takut terkena peluru
    Semua murid bersama guru
    Tidak antri satu persatu
    Saling berdesakan keluar pintu

    Tidak disuruh atau dipaksa
    Ada yang keluar lewat jendela
    Tanpa berpikir dapat cedera
    Tangan dan kaki bisa luka

    Sambil menunggu nasib untung
    Di rumpun bambu semua berlindung
    Ada yang berdoa sambil merenung
    Banyak yang menangis meraung raung

    Ledakan kedua cukup besar
    Lumpur dan tanah ikut terlempar
    Mengena objek yang di sekitar
    Termasuk pakaian para pelajar

    Hazli marah sambil mengomel
    Bajunya kumuh seperti kain pel
    Pakaian sekolah hanya satu stel
    Kini kotoran banyak menempel

    Agar nyaman dipakai lagi
    Baju yang kotor musti dicuci
    Butuh waktu sampai sehari
    Menunggu yang basah kering kembali

    Amrie pindah ke Rantau

    Suasana di kampung sangat kacau
    Tiada lagi maota di lapau
    Telah kosong semua Surau
    Amrie memutuskan pindah ke rantau

    Nagari Tabek terasa neraka
    Setiap saat terancam nyawa
    Amrie berniat pindah ke Jakarta
    Menjauhi peluru bedil senjata

    Dari dunsanak simpatisan PRRI
    Supir oto dapat informasi
    Jangan ke Padang, lusa pagi
    Bisa celaka di jalan nanti

    Informasi penting sangat rahasia
    Melalui kurir yang masuk kota
    Mungkin terjadi kontak senjata
    Ada penghadangan di jalan raya

    Berangkat ke Jakarta sudah terjadwal
    Telah dipesan tiket kapal
    Sudah ditetapkan hari dan tanggal
    Tak mungkin diundur atau batal

    Tak ada bus umum yang tersedia
    Terpaksa menumpang angkutan tentara
    Ada kemungkinan dapat celaka
    Bisa mati ataupun cedera

    Tanpa perlu memberi uang
    Angkutan militer terpaksa ditumpang
    Amrie berangkat menuju Padang
    Resiko ditanggung diri seorang

    Di lereng bukit terbentang jalan
    truk dan panser beriring iringan
    Sangat lambat lewat di tikungan
    Mungkin terjadi aksi serangan

    Supaya APRI ngeri ketakutan
    konvoi ditembak dari hutan
    Bukannya manusia sebagai sasaran
    hanya gertak untuk peringatan

    Dalam perjalanan menuju Padang
    Kendaraan ditembak berulang-ulang
    Pertama terjadi di simpang Rawang
    Kedua di rimba Bukit Tambun Tulang

    Tembakan dilepas tidak membunuh
    Hanya taktik membuat rusuh
    Isyarat pemberitahuan kepada musuh
    bahwa PRRI masih utuh

    Berulang-ulang konvoi ditembak
    Akibatnya muncul berbagai dampak
    Musuh tak lagi bebas bergerak
    Enaknya bertahan di dalam barak

    Tahun 60 Hazli pindah ke Pandeglang
    Si Am juga meninggalkan Tanjung Sungayang
    Karena di kampung terus perang
    Banyak penduduk pergi menghilang

    Patut diketahui anak cucu
    Ambillah hikmah bila perlu
    Sambil mengungsi menuntut ilmu
    Alam terkembang jadikan guru

    Pindah ke Jawa melalui Padang
    Ikut berlayar di kapal dagang
    Muatannya padat bermacam barang
    Termasuk hewan berjenis binatang

    Perjalanan penting masih diingat
    Penumpang kapal sangat padat
    Kapal berlayar terlalu lambat
    Hari ketiga barulah mendarat

    Dalam pelayaran menuju Jakarta
    Penumpang tidur di dek terbuka
    Saling berkenalan bertukar cerita
    Tentang pengalaman perang saudara

    Kepala manusia yang digantung di tepi lapangan

    Nurdin Karim Imam Mudo
    Bersama kemenakannya Anwar St. Bandaro
    Saat bergolak melawan Soekarno
    Sangat berani menanggung resiko

    Waktu berjuang menegakkan demokrasi
    Nurdin terpilih menjadi wali nagari
    Anwar ditunjuk pembantu administrasi
    Mamak dan Kemenakan anggota Masjumi

    Dalam kejadian perang saudara
    Anak nagari terbelah dua
    Membantu Pusat juga ada
    Karena ideologi memang berbeda

    Agar operasi berjalan lancar
    Mengalahkan PRRI sampai bubar
    Anggota partai yang di Batu Sangkar
    Bernama Nukman di dalam Buku Daftar

    Nukman ke Tabek menaiki truk
    Dia menyeru kepada penduduk
    Terhadap APRI wajib tunduk
    Janganlah ijok pergi menyuruk

    Nukman dibantu preman OPR
    Berseragam resmi seperti militer
    Dilengkapi pistol jenis revolver
    Kalau malam memakai senter

    Awal tahun 60, nagari wajib dipagar
    Mengurung pemukiman puluhan hektar
    Mengelilingi kampung lingkar-melingkar
    Keluar masuk menjadi sukar

    Taktik dilakukan tentara Pusat
    Memisahkan pejuang dengan rakyat
    Nagari dipagar sangat kuat
    Dindingnya tinggi susah dipanjat

    Pagar dibuat dari bambu
    Menggunakan tiang tonggak kayu
    Seperti benteng zaman dahulu
    Tidak menggunakan banyak paku

    Ketika penguasa minta tolong
    Membuat pagar tanpa bolong
    Rakyat disuruh bergotong-royong
    Pabila menolak langsung ditodong

    Di tengah kehidupan yang susah
    Penduduk bekerja tanpa upah
    Menerima instruksi atau perintah
    Harus patuh bersikap pasrah

    Anwar Bandaro pejuang PRRI
    Ketika malam gelap sekali
    Berusaha masuk ke dalam nagari
    Rindu anak serta istri

    Tengah malam sangat gelap
    Semua orang tertidur lelap
    Anwar berjalan mengendap-endap
    Terkadang merangkak sambil tiarap

    Dalam kegelapan masih tampak
    Sambil merunduk, sering merangkak
    Anwar kelihatan bergerak gerak
    Oleh tentara langsung ditembak

    Dia syahid mati tewas
    Setelah bertakbir keras keras
    Almarhum tak bisa bernafas
    Semoga Tuhan memberi balas

    Kalau berjuang membela negara
    Selalu ingat pada keluarga
    Tuhan membalas dengan surga
    Untuk hidup selama lamanya

    Kekejaman musuh tidak tanggung
    Peristiwa ngeri terjadi di kampung
    Jasad Anwar lalu dipancung
    Diambil kepalanya untuk digantung

    Disaksikan penduduk tua dan muda
    Perbuatan Setan berwujud manusia
    Mayat dipotong menjadi dua
    Untuk diambil bagian kepala

    Di setiap nagari yang telah direbut
    Penguasa menciptakan perasaan takut
    Termasuk permainan tentang maut
    Dijadikan topik untuk disebut sebut

    Balairungsari 16 ruang
    Bangunan kuno buatan nenek moyang
    Monumen sejarah budaya Minang
    Menjadi saksi kekejaman perang

    Di pohon Asam yang tegak berdiri
    200 meter dari Balairungsari
    Kepala digantung dua hari
    Orang pun takut menjadi ngeri

    Kepala Anwar yang tergantung
    Di tepi jalan masuk kampung
    Semua orang melihat langsung
    Termasuk tamu yang berkunjung

    Sebelum bergolak ketika damai
    Engku Kakbah orang cerdik pandai
    Bukan termasuk anggota partai
    Tiada indikasi untuk dicurigai

    Menurut cerita dari narasumber
    Akhir tahun, bulan Desember
    Kakbah diculik anggota OPR
    Lalu dibawa ke Pos Militer

    Dari Pos Militer tak pernah kembali
    Nasib yang sama juga dialami
    Zuber Wahid anggota Masjumi
    Hilang lenyap sampai kini

    Fakta ini perlu diungkap
    Orang hilang setelah ditangkap
    Seperti pekerjaan tukang sulap
    Bim salabim, lalu lenyap

    Ketika tentara mati gugur
    Saat jenazah akan dikubur
    Ada protokol siap mengatur
    Diiringi trompet serta tambur

    Menurut Hak Azasi umat Manusia
    Penghormatan kepada orang, harus sama
    Ketika bergolak ternyata beda
    Kesalahan dibuat presiden negara

    Menurut terminologi orang pintar
    Para psikolog, yang menjadi pakar
    Perbuatan disebut sebagai psywar
    Supaya ketakutan segera menyebar

    Tentara OPR berpaham Ateis
    Mereka mengaku jadi Komunis
    Kepada musuh sangat bengis
    Bila diceritakan sangat miris

    Ini logika yang sangat jelas
    Ketika kekejian dibiarkan bebas
    Tanpa diusut sampai tuntas
    Pasti didalangi orang cerdas

    Kita tak perlu merasa heran
    Orang cerdas yang tak beriman
    Selalu ada di setiap zaman
    Mereka atheis tidak bertuhan

    Perjuangan Dilanjutkan di Rantau Seberang

    Tidak disangka dikira-kira
    Tahun 66 di Kota Jogja
    Si Am dan Amrie bertemu muka
    Ikut demo gerakan mahasiswa

    Bukan menyandang bedil senapang
    Tidak pula disebut sebagai perang
    Kami terus tetap berjuang
    Begitulah semangat anak Minang

    Gerakan mahasiswa melawan PKI
    Semuanya tergabung di dalam KAMI
    Intinya adalah organisasi HMI
    Melakukan demo berhari hari

    Berhari hari melakukan demo
    KAMI menuntut rezim Soekarno
    Agar mereka menjadi legowo
    Dengan komunis janganlah berkonco

    Baretnya merah, bajunya hitam
    Pakaian resmi dipakai seragam
    Tampak terlihat sangat seram
    Asu dan PKI sangat kejam

    Asrama Tanjung Raya di samping DeBrito
    Di tepi jalan menuju Solo
    Hancur musnah bak diterjang galodo
    Itulah perbuatan pendukung Soekarno

    Di pulau Jawa disebut Asu
    Di Kalimantan Barat Cina Paraku
    Mendukung komunis mereka bersatu
    Seperti OPR di masa lalu

    Orang Tanjung Raya anak nagari
    Di kota Jogya ikut demonstrasi
    Pulang ke asrama dibunuh mati
    Karena dipukul Asu PKI

    Kesimpulan

    Karena Allah maha Penentu
    Walau dikejar ratusan peluru
    Kami tak pernah merasa ragu
    Iman di dada sangat perlu

    Ibarat binatang hidup di hutan
    Sepanjang waktu mencari makan
    Manusia yang hidup dikejar kesibukan
    Ada yang lupa kepada Tuhan

    Allah dan Manusia tiada diingat
    Terkadang hidup bergelimang maksiat
    Hanya tontonan yang dilihat
    Itulah orang: tak tahu Nan Empat

    17 Juni 2014




    Link dengan situs-situs Dialektika, Logika dan Sistematika serta Toko Buku.
    nan AMPEK I ||   anggt. DPR-DPRD ||   Syair Berhaji ||   RASO-PARESO ||   Kisah PRRI ||   PITARUAH AYAH || WISRAN HADI
    Situs komunitas nagari.org mulai dibangun th. 2002, 2003 BPNK, 2005-v2, 2007-v3. All Right Reserved, Contact and Info : info@nagari.or.id
    This site support for MSIE 5.5+, Flash 5+, JavaScript, 800 x 600 px