sejarah
Hari ini Rabu tanggal 08 September: pada tahun 1949 perundingan dengan Belanda di Payakumbuh tentang gencatan senjata
HALAMAN UTAMA
HUBUNGI KAMI
ENGLISH VERS.
MINANG KABAU
BUKU TAMU
BAGALANGGANG
  • Lhk Tnh Data[7-76]
  • Lhk Agam[2-73]
  • Lhk 50 Koto[5-76]
  • Pasaman[0-30]
  • Pasaman Brt[1-19]
  • Pesisir Sltn[0-36]
  • Sijunjuang[1-45]
  • Dharmasraya[0-21]
  • Solok[0-75]
  • Solok Selatan[0-13]
  • Pdg Pariaman[0-46]
  • Kt Bukit Tinggi[0-5]
  • Kt Padang[0-22]
  • Kt Pdg Panjang[0-4]
  • Kt Payakumbuh[0-7]
  • Kt Pariaman[0-9]
  • Kt Swh Lunto[0-14]
  • Kt Solok[0-1]
  • Surat Gubernur
  • PESAN ADMIN
    1. Sebelum tersedia dana pembangunan nagari saiber, maka para promotor sebaiknya membangun nagarinya masing-masing di server situs gratis, misalnya di zymic.com.
    Hal ini untuk menindaklanjuti surat Gubernur kepada Rektor PT, dan anak-nagari Minangkabau.

    2. Webmaster-Admin (65 th.) bersedia memberi petunjuk gratis cara pembuatan situs semacam itu kepada anak-kemenakan.

    3. Akan lebih baik lagi, apabila pembuatan situs semacam ini, dikerjakan bersama-sama oleh para anak nagari di kota-kota besar yang memiliki fasilitas-akses warnet yang cepat.

    4. Waktu bagi anak-anak muda, tak boleh dibuang percuma hanya karena 'sedang gilo maliek baruak barayun' di panggung-panggung hiburan, di televisi dan di mal-mal.

    5. Kemajuan tehnologi informasi, tak pernah menunggu orang muda! Kita akan semakin jauh tertinggal, tak lagi duduak samo randah, tagak samo tinggi dengan masyarakat dunia lainnya, apabila tidak dimulai dari sekarang.

  • Calon Promotor
  • Masalah Besar I
  • Masalah Besar II
  • Malu indak dibagi
  • Asalnya Masalah
  • Agenda Kita
  • Nan Berprestasi

  • Batuka pandapek dgn urang nan didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang:

  • Gubernur SB: Waktu dalam konfirmasi !

  • L.K.A.A.M - S.B
    Minggu pertama, malam pk. 20.00 - 22.00 setiap bulan atau konfirmasi ke: 0812 661 6986

  • Ketua DPRD Sumbar: Waktu dlm konfirmasi !
  • Bakirim email unt. Mamak:
  • di LKAAM
  • di DPRD
  • di DPD

  • GURITIAK dari PALANTA MAK SATI
  • Nagari dan Teori Fisika Kuantum - 3162
  • Pariwisata, Hotel, Cafe dan Pelacur - 9000
  • RPJP Sumbar dan Luhak nan Tigo - 4833
  • BUDAYA MINANGKABAU MENYERAP KEMAJUAN DAN IPTEK - 7101
  • Aso, asa, asal dan Esa - 4012
  • Kemiskinan di nagari - 4982
  • Paradigma Minang-Kabau untuk pembangunan Sumbar - 4579
  • pil Kada - 3645
  • Peto ta ajan utak - 3750
  • Surek untuak Mamak: Pengemis jalanan ! - 4329
    Lihat Judul-judul Guritiak lainnya
  • Sabai & Mangkutak & JilaAtang di jaman Digital (Wisran Hadi)
  • Orang Minang
  • Paham di nan Duo
  • Cupak nan Duo
  • Alexander the Great
  • Takana jo kawan!
  • Penyumbang situs
  • Toko Buku UNP

  • Download
    Konggres Kebudayaan MK 8 - 10 Agustus 2010
  • Syair ini telah dibaca oleh: 1060 orang

    PRRI berjuang Diunggah tg. 15 Februari 2010

    PRRI menang dalam perjuangan, kalah dalam pertempuran
    Syair ini belum lengkap (belum diedit dan disupervisi).
    Untuk keperluan contoh, naskah ini ditampilkan.
    Admin menghimbau ahli sejarah serta sastrawan Minang melengkapi syair ini atau menulis syair untuk nagarinya masing-masing.


    Catatan: Ketika terjadi perang saudara di Indonesia (peristiwa PRRI tahun 1958 -1961) hampir seluruh anak nagari Minang Kabau terlibat berjuang.
    Sebagai bukti tertulis, seluruh Wali nagari ikut membubuhkan cap di setiap uang kertas yang beredar ketika itu.
    Diharapkan peristiwa PRRI ini perlu diingat untuk membangkitkan semangat kejuangan anak nagari melawan ketidakadilan, kediktatoran.
    Perjuangan ini telah kita menangkan pada tahun 1966 (PKI dibubarkan) dan pada tahun 1998 (UU Otonomi Daerah).
    Dua butir tuntutan utama PRRI ketika itu tidak dipenuhi oleh pemerintahan presiden Soekarno menjadi pemicu pergolakan daerah.
    Semangat berjuang yang telah membuahkan kemenangan besar ini, perlu diwarisi oleh anak-kemenakan untuk menghadapi perang yang sebenar-benarnya perang (lihat pada syair nagari Tanjung)


    I. Pembuka kata

    Ini syair tentang PRRI
    Di Indonesia peristiwa terjadi
    Vox Populi Vox Dei
    Perjuangan menegakkan demokrasi

    Kisah ditulis berbentuk syair
    Diisi data yang mungkin sumir
    Boleh diartikan berbeda tafsir
    Karena manusia bebas berpikir

    Kaba dan syair budaya kita
    Gunanya mengisi ranah Rasa
    Bukannya dongeng tanpa fakta
    Ataupun bualan yang bersifat dusta

    Agar manusia menjadi orang
    Rasa dan Periksa harus seimbang
    Itulah inti adat Minang
    Kualitas kuantitas jangan kurang

    Syair tidak gantinya sejarah
    Sejarah dikarang sarjana berijazah
    Gurindam syair penghilang susah
    Kalimatnya ada yang bagarah garah

    Puji dan syukur untuk Ilahi Rabbi
    Salawat dan salam kepada nabi
    Kita ucapkan setiap hari
    Agar selamat di akhirat nanti

    Maaf diminta kepada yang ahli
    Kalau salah menulis nanti
    Itulah kekurangan diri kami
    Para penulis syair ini

    Ia. Kehendak Allah yang terjadi

    Ambil hikmah oleh anak kemenakan
    15 Februari tahun 58
    Hari penting jangan dilupakan
    Karena kita tegak di depan

    Moyang kita punya petuah
    Raja alim, raja disembah
    Raja zalim, raja disanggah
    Harus adil kalau memerintah

    Mungkin Allah punya kehendak
    Supaya bangsa tidak jadi budak
    Kita di depan harus tegak
    Membuang batil, menjaga hak

    Achmad Husein pernah berpidato
    PRRI bukan perjuangan sembrono
    Minang Kabau berani tanggung resiko
    Melawan kezaliman rejim Soekarno

    Inilah sifat pemuda Mukmin
    Mereka menunda hasrat kawin
    Untuk mengikuti seruan pemimpin
    Serta berjuang karena yakin

    Karena yakin mereka berjuang
    Dari rantau banyak yang pulang
    Untuk serta ikut berperang
    Baik gadis maupun bujang

    II. Ingatan kolektif orang Minang

    Walau tidak kenal menyerah
    Ketika berperang bermodal darah
    Tiga perang Minang kalah
    Bisa dipelajari diambil hikmah

    Saat perlawanan dimotivasi budaya
    Perang Padri peristiwa pertama
    Silungkang, Kamang, Manggopoh yang kedua
    PRRI perang yang ketiga

    Kejadiaannya disebut perang saudara
    Karena memakai lambang yang sama
    Negara tetap berazas Pancasila
    Hanya pusatnya tidak di Jakarta

    Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia
    Yang diumumkan ke seluruh dunia
    Peristiwa diliput berbagai media
    Berita didengar sampai Rusia

    Tahun enam puluhan peristiwa terjadi
    Karena belum dicatat secara rapi
    Orangpun acuh kurang peduli
    Kejadian penting di dalam negeri

    Anak cucu perlu tahu
    Peristiwa bersejarah di masa lalu
    Kita berkisah tak usah malu
    Bukan larangan pekerjaan tabu

    Ideologi utama presiden Soekarno
    Dengan Komunis harus berkonco
    Pesan disampaikan di setiap pidato
    Yang menolak kena buso

    Akibat partai yang berpecah pecah
    Timbul peristiwa yang tidak lumrah
    Anak nagari jadi terbelah
    Laki dan bini bisa berpisah

    Ingatan kolektif orang Minang
    Baik gadis maupun bujang
    Kampungnya pernah terlibat perang
    Dengan Pusat yang tidak seimbang

    Pengalaman yang lalu perlu diingat
    Bersatunya pemimpin dengan rakyat
    Menghadapi perang yang lebih hebat
    Kini terjadi di semua tempat

    Melawan globalisasi kaum pedagang
    Adalah perang yang sebenarnya perang
    Inilah perintah nenek moyang
    Agar waspada malam dan siang

    Cupak diganti orang manggaleh
    Walau kedengarannya agak aneh
    Bukan petuah yang menyeleneh
    Atau pesan yang dianggap remeh

    Jalan dipindah orang lalu, Cupak diganti orang manggaleh, adalah peringatan dari nenek moyang terhadap anak cucu untuk waspada kepada orang-orang yang ingin mengubah nilai-nilai adat yang sudah bagus.

    III. Dwitunggal Soekarno-Hatta

    Adalah Dwitunggal pemimpin Indonesia
    Soekarno Hatta saling bersetia
    Cita cita mereka sangat mulia
    Menjadikan bangsa dikenal dunia

    Walau keduanya sama cerdik
    Soekarno dan Hatta berbeda genetik
    Bung Karno maniak kekuasaan politik
    Hatta berprilaku mamak pendidik

    Karena berbeda di dalam visi
    Hatta sukarela menarik diri
    Dari jabatan memerintah negeri
    Biarlah Soekarno berkuasa sendiri

    Itulah jaman penuh horor
    Saat presiden jadi diktator
    Kalau tak setuju langsung diteror
    Mereka dituduh sebagai provokator

    Ketika perang dingin sedang berlangsung
    Bung Karno membuat poros penting
    Jakarta, Phnomphen, Pyongyang dan Beijing
    Poros ditunggangi bahaya kuning

    Kalau dilihat filosofi budaya
    Asal muasal memang berbeda
    Luhak ber pengulu, Rantau ber raja
    Soekarno memerintah bak raja Jawa

    Meniru raja di jaman kuno
    Demokrasi terpimpin ciptaan Soekarno
    Demokrasi Pancasila buatan Suharto
    Ujudnya kawulo menanggung resiko

    Ketika raja mengatur negeri
    Kawula identik dengan kuli
    Undang-undang dibuat seorang diri
    Supaya tahta tetap berdiri

    Di dalam sistem model kerajaan
    Kawula hidup dalam kemiskinan
    Harta ditumpuk berjumlah trilyunan
    Untuk anak cucu tujuh turunan

    Bila Anda belajar demokrasi
    Lihatlah pengulu saat berdiskusi
    Tidak memaksakan kehendak sendiri
    Minta pertimbangan kanan dan kiri

    Bukan seperti orang berdebat
    Kanan dan kiri diminta pendapat
    Mereka dianggap sebagai sahabat
    Semua keputusan hasil mufakat

    IV. Rejim yang memerintah telah sesat

    Dua tuntutan perjuangan PRRI
    Nota dibuat secara resmi
    PKI jangan dijadikan kanti
    Saat presiden memerintah negeri

    Alasan pertama daerah bergolak
    Anggota PKI bertambah banyak
    Jika dibiarkan bisa merusak
    Panca Sila mereka rombak

    Tuntutan kedua yang dicatat sejarah
    Berikan otonomi kepada daerah
    Agar masyarakat tak merasa diperah
    Oleh Pusat secara serakah

    Rezim Soekarno telah sesat
    Membagi dana tidak tepat
    Semua kekayaan ditumpuk di Pusat
    Otonomi Daerah dituduh berkhianat

    Otonomi Daerah yang diminta
    Kekayaan negeri dibagi rata
    Uang tak hanya ditumpuk di Jakarta
    Dipakai untuk pesta pora

    V. Kemenangan pertama tidak menunggu lama

    Sejak PRRI ke luar rimba
    Ini ujud kemenangan pertama
    Hasil perjuangan tak menunggu lama
    Patut disyukuri kita bersama

    Tahun sembilan belas enam enam
    Komunis lenyap bagai dibenam
    Banyak orang melampiaskan dendam
    PKI hilang malam malam

    Allah berkehendak tiada mustahil
    Karena Tuhan bersifat adil
    PKI dibubarkan dibuat nihil
    Pimpinannya dibuang ke pulau terpencil

    Suara rakyat suara Tuhan
    Perintah MPRS tahun enam delapan
    Soekarno dipecat lalu diberhentikan
    Menunggu sidang untuk dipenjarakan

    Laksana juara kehilangan tuah
    Tiada lagi orang menyembah
    Dia dikenakan tahanan rumah
    Badan diri menanggung ulah

    Untung ada isteri yang setia
    Walau bukan orang Indonesia
    Mereka dikenalkan ketika pesta
    Kabarnya dia bekas geisya

    Ratna Sari Dewi nama isteri
    Dewi berasal dari luar negeri
    Sangat rajin bersolek diri
    Cantik nian bak bidadari

    Isteri yang lain juga ada
    Soekarno berpoligami bak raja Jawa
    Ada yang tinggal di kota Jakarta
    Semuanya cantik dan muda belia

    VI. 40 tahun kemudian kemenangan kedua

    Walau menunggu 40 tahunan
    Setelah PRRI ke luar hutan
    Sembilan belas sembilan puluh delapan
    Kemenangan kedua baru kelihatan

    Semangat berjuang tak pernah susut
    Otonomi Daerah berhasil direbut
    Rakyat Indonesia gembira menyambut
    Pemerintah Pusat bertekuk lutut

    Kemenangan perjuangan tak perlu dipestakan
    Kekalahan bertempur memang ingatan
    PRRI dipaksa untuk melawan
    Peristiwa ini menjadi pelajaran

    VII. Kalah dalam pertempuran, cakak nan tak seimbang

    Supaya dunia tetap seimbang
    Ini peribahasa orang Minang
    Adat juara kalah dan menang
    Membaca sejarah janganlah gamang

    Bukti diri orang mulia
    Bukan termasuk golongan paria
    Terhadap sejarah selalu setia
    Menang dan kalah permainan dunia

    Kalah bertempur bukanlah cemo
    Ini hanya suatu resiko
    Ibarat atlit bertanding sumo
    Awak kurus lawan seratus kilo

    Kalah ide itulah nan bedo
    Orang menyebut buruk cando
    Begitulah nasib ideologi Soekarno
    Laku hanya dalam pidato

    Dalam pidato Soekarno berteori
    Pidato diteriakkan petang dan pagi
    Rakyat dilarang komunisto phobi
    Inilah yang ditentang oleh PRRI

    PRRI kalah dalam pertempuran
    Dapat dianalisa, bisa dijelaskan
    Saat perang tanpa persiapan
    Ibarat petinju tidak latihan

    Tehnik pertandingan tidak dikenal
    Lawan yang dihadapi sangat handal
    Pukulannya keras walaupun kidal
    Awak amatir belum profesional

    Tentara PRRI muda mentah
    Kebanyakan mereka pelajar sekolah
    Atau mahasiswa meningalkan kuliah
    Hanya dilatih sebulan setengah

    Termasuk yang pulang dari Jawa
    Jumlahnya 400 para mahasiswa
    Bergabung PRRI secara sukarela
    Pena diganti dengan senjata

    Ada juga parewa kampung
    Buta huruf tak bisa berhitung
    Diberi perintah dia tersinggung
    Maunya bebas ibarat burung

    Tanpa disiplin seperti tentara
    Ke tempat musuh sendiri saja
    Sering menyusup ke dalam kota
    Dia bisa merusak citra

    Senjata PRRI lebih moderen
    Dari Bazoka sampai Bren
    Dilengkapi LMG serta Sten
    Nilainya sepuluh kalau diponten

    Ini contoh perlu diteladani
    Oleh pemuda masa kini
    Tidak bersikap seperti banci
    Punya martabat harga diri

    Walau tubuh ada yang kurang
    Komandan peleton kompi Singgalang
    Saat bermarkas di Tanjung Sungayang
    Sangat yakin ketika berperang

    Walau hanya bertangan satu
    Bantuan anak buah belum perlu
    Ketika senjata diisi peluru
    Sten dijepit sambil dipangku

    Dia setia mengikuti sumpah
    Tiada hambatan membuat susah
    Meskipun tangan tinggal sebelah
    Memimpin pasukan dengan gagah

    Untuk orang yang sebenarnya orang
    Cacat tubuh bukan halangan
    Ketika ikut dalam perjuangan
    Tegak di depan memimpin perang

    Perlengkapan diselundupkan oleh CIA
    Amerika membantu ibarat keluarga
    Untuk menghadapi musuh bersama
    Bahaya Komunis dari utara

    Jadi prajurit, menjadi tentara
    Pilihan hidup suka suka
    Semua profesi sangat berguna
    Termasuk algojo pemenggal kepala

    Ini tidak pantas dilakukan
    Pemimpin negeri bergaya komandan
    Presiden Soekarno pernah lakukan
    Demokrasi terpimpin dia katakan

    Kalau nak menang dalam pertempuran
    Ingat: The man behind the gun
    Senjata moderen memang dibutuhkan
    Tapi disiplin yang diutamakan

    Parewa kampung dan mahasiswa pelajar
    Disiplin kurang, semangat berkobar
    Diserang musuh sering menghindar
    Lalu mengganggu sebentar sebentar

    Mungkin ini disebut taktik gerilya
    Terbukti mangkus melawan Belanda
    Kini musuh sangat berbeda
    Kekalahan bertempur sudah diduga

    Tentara Pusat menduduki kota
    Pasukan PRRI di pinggir rimba
    Sering mereka kontak senjata
    Orang kampung yang menderita

    VIII. Tentara Pusat berdisiplin dan profesional

    Tentara pusat sangat berdisiplin
    Patuh dan taat kepada pemimpin
    Mereka bertempur ibarat mesin
    Semua perintah dikerjakan yakin

    Tidak membantah instruksi komandan
    Disuruh berkelahi tidak segan
    Susah dan senang ditanggung badan
    Itulah dia prajurit teladan

    Ini peribahasa dari Tirai Bambu
    Besi yang baik tak dibuat paku
    Paku berguna kalau dipalu
    Palu istirahat, paku membatu

    IX. Dewan Banteng mempelopori perjuangan

    20 Desember lima puluh enam
    Kejadiaan penting di satu malam
    Di Bukittinggi koto rang Agam
    Orang berkumpul bermacam macam

    Di Bukittinggi tanah rang Kurai
    Di dekat pasar di atas ngarai
    Di ruangan berkumpul orang pandai-pandai
    Nak mengurus negeri yang kusut-masai

    Pimpinan sipil serta komandan tentara
    Duduk mencekam tanpa berkata
    Menunggu pengumuman sebuah berita
    Soal pemerintahan negeri tercinta

    Malam itu pukul sembilan
    Achmad Husein sebagai komandan
    Menyampaikan pidato peralihan kekuasaan
    Sumatera Tengah berganti pimpinan

    Hubungan dengan Pusat lalu terputus
    Semua masalah daerah yang urus
    Perdagangan luar negeri berjalan mulus
    Pembangunan daerah berjalan lurus

    Dewan Banteng mulai berjalan
    Otonomi Daerah langsung dipraktekkan
    Hasil pembangunan bisa dirasakan
    Posisi terbaik dalam pembangunan

    X. Kesepakatan Sungai Dareh

    Kota kecil bernama Sungai Dareh
    Dikelingi hutan banyak Ageh
    Berkumpullah orang nan gateh-gateh
    Menetapkan kesepakatan yang sakeh

    Di Sungai Dareh mereka bersepakat
    Melawan pusat yang telah sesat
    Jangan ada yang ingin berkhianat
    Nanti Allah akan melaknat

    Banyak tokoh yang hadir di situ
    Orang Daerah bersatu padu
    Walaupun harus makan sagu
    Ijok di dangau berdinding bambu

    Inilah organisasi yang tegak di depan
    Untuk menyalurkan aspirasi perjuangan
    Wadahnya disebut sebagai Dewan
    Kepalanya dipanggil sebagai pimpinan

    Dewan Gajah di Sumatera Utara
    Dewan Garuda di bumi Sriwijaya
    Dewan Banteng di tengah pulau Sumatera
    Sepakat berjuang bersama sama

    Dewan yang berbasis di Sulawesi
    Ikut bergabung dengan PRRI
    Letkol Sumual sebagai pendiri
    Permesta namanya organisasi

    Gajah terdorong karena gading
    Belang Harimau beserta saing
    Dikira dukungan dari keliling
    Kiranya hanya dalam berunding

    Dewan Gajah, Dewan Garuda
    Di awal keduanya ikut serta
    Gajah dipecat tinggal celana
    Garuda terbang entah ke mana

    Pejuang hanya tinggal berdua
    Husein di Barat, Sumual di Utara
    Tekad dibulatkan semangat membaja
    Mengingatkan Soekarno yang berkuasa

    XI. Pengumuman tentang PRRI

    Naskah ultimatum lalu disiapkan
    Di kota Padang dikumandangkan
    Bergantung ke Pusat perlu dilepaskan
    Segala rencana mulai diprogramkan

    PM Juanda ketika itu
    Kerja Husein memberi malu
    Karena dia tidak setuju
    Lapor Soekarno tempat mengadu

    Balik kepada diri Soekarno
    Merasa hebat tak boleh diago
    Kerahkan tentara dari seantero
    Menggempur Padang ibarat galodo

    Dari darat laut dan udara
    Serangan dilakukan membabi buta
    Menggunakan berbagai jenis senjata
    Kota Padang dikuasai amat segera

    Tentara Pusat menduduki Padang
    Menghadapi lawan yang tidak seimbang
    Sukarelawan PRRI lari lintang pukang
    Menyelamatkan diri ke garis belakang

    Gerilyawan PRRI masuk ke hutan
    Di kampung kampung tempat bertahan
    Kedua kelompok saling berintaian
    Lalu rakyat yang jadi korban

    Panglima Kodam III ketika diganti
    Dengan Pranoto yang pro PKI
    Kesempatan partai menegembangkan diri
    OPR dibentuk memerangi PRRI

    PKI mengganas berkembang biak
    Menakuti rakyat mengertak-gertak
    Diselingi tertawa terbahak-bahak
    Rakyat nagari dituduh pemberontak

    Kader PKI menyusup militer
    Mereka diorganisir dalam OPR
    Dilengkapi senjata berbagai kaliber
    Diberi perintah serta order

    OPR pemuda pro PKI
    Ditugaskan menangkap orang PRRI
    Dalam kampung berbuat sekehendak hati
    Menyiksa membunuh sering terjadi

    XII. Para pendukung Komunis

    Ketika PKI mulai berkembang
    Secara damai tak bisa dilarang
    Kekuatan mereka diatur dalang
    Rusia dan Cina ada dibelakang

    Soekarno berlaku sebagai penyokong
    Hoa Kiau berperan sebagai cukong
    Si Awam ikut terbawa rendong
    Sehingga PKI menjadi sombong

    Kacau keributan selalu disulut
    Di mana tempat si miskin dihasut
    Disuruh demo menuntut nuntut
    Lalu ekonomi menjadi kalut

    XIII. Kalah bertempur yang meminta korban

    Meski PRRI kalah bertempur
    Tidak berarti sedia melacur
    Hanya selangkah perlu mundur
    Strategi baru perlu diatur

    Lain diharap lain yang datang
    Karena hitungan yang tidak matang
    Gezah dan gengsi jadi terbang
    Harga diri kita jadi melayang

    Walaupun apa yang telah terjadi
    Achmad Husein jangan dicaci
    PRRI jangan anda malu_i
    Bibit yang boneh tetap menjadi

    Kekalahan PRRI tetap berdampak
    Program keluarga menjadi rusak
    Pelajar mahasiswa harapan kelak
    Banyak yang luka dan mati ditembak

    Beribu keluarga anak Minang
    Sekolah kuliah jadi terhalang
    Badan diri terlibat perang
    Resiko diterima sebagai pejuang

    Yang masih tinggal sebagai sisa
    Hidup di kampung terlunta lunta
    Lalu merantau ke berbagai kota
    Mencari hidup di kaki lima

    Aturan di kota masih longgar
    Di pinggir jalan mereka menggelar
    Dagangan lukisan ataupun gambar
    Untuk mengisi perut yang lapar

    Di samping mati dan tewas
    Dampak perang sangatlah luas
    Bila berkumpul selalu cemas
    Kalau maota tak lagi bebas

    XIV. Simbol dan lambang budaya MK yang digulung

    Kalau kita sedikit merenung
    Inilah perang yang sangat terselubung
    Untuk meredam orang kampung
    Simbol dan lambang yang digulung


    Orang Minang punya kebudayaan
    Rumah Gadang lambang persaudaraan
    Tuah Nagari simbol kejayaan
    Dijadikan objek untuk dihilangkan

    Saat perang sedang berkobar
    Rumah Gadang banyak dibakar
    Di Luhak nan Tuo Tanah Datar
    Bisa dibuat sebuah daftar

    Andaleh Br. Bukik dibumi hanguskan
    Habis sudah semua kekayaan
    Termasuk pula bahan makanan
    Yang tinggal hanya baju di badan

    Ini catatan untuk sejarah
    Peristiwa terjadi di Talang Tangah
    Ketika PRRI tak mau menyerah
    Nagari diamuk si jago merah

    Sabu dan Andaleh dua nagari
    Letaknya di lereng gunung Merapi
    Rumah Gadang banyak berdiri
    Kini musnah dilalap api

    Kalau kebakaran terjadi di kota
    Api dipadamkan oleh PBK
    Kebakaran di kampung membuat sengsara
    Tiada bantuan bisa diminta

    Semua harta menjadi abu
    Hidup serupa di rimba Kubu
    Kain tersisa selembar baju
    Tak ada pemerintah datang membantu

    XV. Derita dan penantian seorang Ibu

    Di dalam laporan tercatat resmi
    Ketika perang telah terjadi
    6743 orang hilang atau mati
    Mereka korban membela demokrasi

    Sudah takdir Allah berkehendak
    Banyak yang mati kena ditembak
    Jauh dari ibu, jauh dari bapak
    Mayat terbujur di dalam semak

    Bukannya diri yang meminta
    Tapi ketetapan Tuhan yang Esa
    Jasad dikubur di tengah rimba
    Tak ada petunjuk, tiada penanda

    Inilah derita yang sangat panjang
    Saat si Buyung tak kunjung pulang
    Mungkin si anak telah hilang
    Tidak kembali setelah perang

    Ketika damai sesudah pergolakan
    Buyung belum kembali ke kampung halaman
    Bunda menunggu berbulan bulan
    Hati sedih tak bisa dikatakan

    Terasa badan tidak di bumi
    Ibu menangis sepanjang hari
    Mengenang si Buyung belahan diri
    Entah ke mana akan dicari

    Kepada kawan diminta informasi
    Tapi tiada jawaban pasti
    Buyung terpisah lama sekali
    Saat bergerilya seorang diri

    Buyung dicari ke semua tempat
    Di mana terjadi pertempuran hebat
    Antara TP dengan tentara Pusat
    Mungkinkah ananda ikut terlibat

    Kalau boleh ibu berharap
    Semoga Buyung hanya tertangkap
    Kini di tahanan sedang lelap
    Menunggu vonis hukuman tetap

    Seandainya Buyung telah gugur
    Temuilah Bunda di mimpi tidur
    Nisan pusara dijadikan penghibur
    Walau jasad telah hancur

    Beginilah nasib Bunda terima
    Tiada kabar, tiada berita
    Meskipun dicari ke mana mana
    Buyung raib tak tentu rimba

    Tiga kali orang Minang Kabau melakukan perlawanan bersenjata atau perang yang dimotivasi oleh budaya (melibatkan nagari-nagari).
    Dalam tiga perlawanan bersenjata ini tidak ada yang dimenangkan oleh nagari, akan tetapi hasil perjuangannya dirasakan beberapa tahun atau beberapa abad kemudiaan oleh anak cucu.
    Oleh sebab itu mencatat peristiwa tersebut akan bermanfaat bagi anak cucu di kemudian hari.
    Admin akan mengelinkkan catatan-catatan semacam ini dengan situs nagari saiber masing-masing.

  • Nagari Tanjung Sungayang terlibat dalam perjuangan PRRI

  • Pahlawan tak dikenal Mat Asan anak nagari terlibat dalam perjuangan PRRI membantu Natsir


  • Link dengan situs-situs Dialektika, Logika dan Sistematika serta Toko Buku.
    nan AMPEK I ||   nan AMPEK II ||   The Four ||   RASO-PARESO ||   ABS-SBK ||   PITARUAH AYAH || WISRAN HADI
    Situs komunitas nagari.org mulai dibangun th. 2002, 2003 BPNK, 2005-v2, 2007-v3. All Right Reserved, Contact and Info : info@nagari.org
    This site support for MSIE 5.5+, Flash 5+, JavaScript, 800 x 600 px