sejarah
Hari ini Jumat tanggal 28 July: pada tahun 1836 Jenderal Clerens menerima surat perdamaian dari Tuanku Nan Tinggi
HALAMAN UTAMA
HUBUNGI KAMI
ENGLISH VERS.
MINANG KABAU
BUKU TAMU
BAGALANGGANG
  • Lhk Tnh Data[16-76]
  • Lhk Agam[4-73]
  • Lhk 50 Koto[9-76]
  • Pasaman[0-30]
  • Pasaman Brt[2-19]
  • Pesisir Sltn[0-36]
  • Sijunjuang[1-45]
  • Dharmasraya[0-21]
  • Solok[0-75]
  • Solok Selatan[0-13]
  • Pdg Pariaman[0-46]
  • Kt Bukit Tinggi[0-5]
  • Kt Padang[0-22]
  • Kt Pdg Panjang[0-4]
  • Kt Payakumbuh[0-7]
  • Kt Pariaman[0-9]
  • Kt Swh Lunto[0-14]
  • Kt Solok[0-1]
  • Surat Gubernur
  • PESAN ADMIN
    1. Untuk menindaklanjuti surat Gubernur kepada Rektor Perguruan Tinggi ttg. pembangunan nagari-nagari saiber, dan sesuai dengan kesepakatan masyarakat SB untuk 'Baliak ba nagari, kambali ba Surau' maka kini saatnya Generasi Muda mengambil peran

    2. Webmaster-Admin (71 th.) bersedia memberi petunjuk gratis cara pembuatan situs semacam itu kepada anak-kemenakan/mahasiswa.

    2. Praktekkan ilmu yang telah Anda pelajari di sekolah-sekolah khususnya ilmu Komputer/komunikasi

    3. Waktu bagi anak-anak muda, tak boleh dibuang percuma hanya karena 'sedang gilo maliek baruak barayun' di panggung-panggung hiburan, di televisi dan di mal-mal.

  • Calon Promotor
  • Masalah Besar I
  • Masalah Besar II
  • Malu indak dibagi
  • Asalnya Masalah
  • Agenda Kita
  • Nan Berprestasi

  • Batuka pandapek dgn urang nan didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang:

  • Gubernur SB: Waktu dalam konfirmasi !

  • L.K.A.A.M - S.B
    Minggu pertama, malam pk. 20.00 - 22.00 setiap bulan atau konfirmasi ke: 0812 661 6986

  • Ketua DPRD Sumbar: Waktu dlm konfirmasi !
  • Bakirim email unt. Mamak:
  • di LKAAM
  • di DPRD
  • di DPD

  • GURITIAK dari PALANTA MAK SATI
  • PRRI di Nagari Sulik Aie - 923318
  • Tiga Peristiwa Tragis di nagari Batipuah - 983549
  • PRRI di nagari Tabek Sw. Tangah - 992680
  • Para pemuda Talang dilepas menuju front Juang - 1051877
  • Tugu untuk mengingat PRRI di nagari Muaro Paneh - 1230223
  • 17 orang pemuda Sitalang berangkat ke Silapiang menjadi pejuang PRRI - 1450446
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Keamanan dan Pertahanan - 1350409
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Ekonomi - 1359521
  • P.R.R.I di nagari Rao Rao: Pendidikan di saat perang - 1460395
  • PRRI dalam Pergolakan Daerah th. 1950-an - 1356141
    Lihat Judul-judul Guritiak lainnya

  • Sabai & Mangkutak & JilaAtang di jaman Digital (Wisran Hadi)

  • Orang Minang
  • Paham di nan Duo
  • Cupak nan Duo
  • Alexander the Great
  • Takana jo kawan!
  • Penyumbang situs
  • Toko Buku UNP
  • Unduh yg Diperlukan

  • PRRI di Kt. Anau
  • PRRI di Simarasok
  • Menjaga M. Natsir
    di Rimba Masang
  • Syair ini telah dibaca oleh: 839694 orang

    PRRI berjuang Diunggah tg. 15 Februari 2010, dan direvisi 22 Oktober 2013

    PRRI menang dalam perjuangan, kalah dalam pertempuran
    Syair ini belum lengkap (belum diedit dan disupervisi).
    Untuk keperluan contoh, naskah ini ditampilkan.
    Admin menghimbau ahli sejarah serta sastrawan Minang melengkapi syair ini atau menulis syair untuk nagarinya masing-masing.


    Catatan: Ketika terjadi perang saudara di Indonesia (peristiwa PRRI tahun 1958 -1961) hampir seluruh anak nagari Minang Kabau terlibat berjuang.
    Sebagai bukti tertulis, seluruh Wali nagari ikut membubuhkan cap di setiap uang kertas yang beredar ketika itu.

    Diharapkan peristiwa PRRI ini perlu diingat untuk membangkitkan semangat kejuangan anak nagari melawan ketidakadilan, kediktatoran.

    Perjuangan ini telah kita menangkan pada tahun 1966 (PKI dibubarkan) dan pada tahun 1998 (UU Otonomi Daerah).
    Dua butir tuntutan utama PRRI ketika itu tidak dipenuhi oleh pemerintahan presiden Soekarno menjadi pemicu pergolakan daerah.
    Semangat berjuang yang telah membuahkan kemenangan besar ini, perlu diwarisi oleh anak-kemenakan untuk menghadapi perang yang sebenar-benarnya perang yang juga melibatkan nagari nagari (lihat pada syair nagari Tanjung)


    I. Pembuka kata

    Ini syair tentang PRRI
    Di Indonesia peristiwa terjadi
    Vox Populi Vox Dei
    Perjuangan menegakkan demokrasi

    Kisah ditulis berbentuk syair
    Diisi data yang mungkin sumir
    Boleh diartikan berbeda tafsir
    Karena manusia bebas berpikir

    Kaba dan syair budaya kita
    Gunanya mengisi ranah Rasa
    Bukannya dongeng tanpa fakta
    Ataupun bualan yang bersifat dusta

    Agar manusia menjadi orang
    Rasa dan Periksa harus seimbang
    Itulah inti adat Minang
    Kualitas kuantitas jangan kurang

    Di dalam syair tertulis kisah
    Kisah diseleksi menjadi sejarah
    Gurindam syair penghilang susah
    Ada kalimat yang bagarah garah

    Puji syukur untuk Ilahi Rabbi
    Salawat dan salam kepada nabi
    Kita ucapkan setiap hari
    Agar selamat di akhirat nanti

    Maaf diminta kepada yang ahli
    Kalau salah menulis nanti
    Itulah kekurangan diri kami
    Para penulis syair ini

    II. Kehendak Allah yang terjadi

    Ambil hikmah oleh anak kemenakan
    15 Februari tahun 58
    Hari penting jangan dilupakan
    Karena kita tegak di depan


    Moyang kita punya petuah
    Raja alim, raja disembah
    Raja zalim, raja disanggah
    Harus adil kalau memerintah

    Mungkin Allah punya kehendak
    Supaya bangsa tidak jadi budak
    Kita di depan harus tegak
    Membuang batil, menjaga hak

    Achmad Husein pernah berpidato
    PRRI bukan perjuangan sembrono
    Minang Kabau berani tanggung resiko
    Melawan kezaliman rejim Soekarno

    Inilah sifat pemuda Mukmin
    Mereka menunda hasrat kawin
    Untuk mengikuti seruan pemimpin
    Serta berjuang karena yakin

    Karena yakin mereka berjuang
    Dari rantau banyak yang pulang
    Untuk serta ikut berperang
    Baik gadis maupun bujang

    III. Ingatan kolektif orang Minang

    Walau tidak kenal menyerah
    Ketika berperang bermodal darah
    Tiga perang Minang kalah
    Bisa dipelajari diambil hikmah

    Saat perlawanan dimotivasi budaya
    Perang Padri peristiwa pertama
    Silungkang, Kamang, Manggopoh yang kedua
    PRRI perang yang ketiga

    Kejadiaan disebut perang saudara
    Karena memakai lambang yang sama
    Negara tetap berazas Pancasila
    Hanya pusatnya tidak di Jakarta

    Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia
    Yang diumumkan ke seluruh dunia
    Peristiwa diliput berbagai media
    Berita didengar sampai Rusia

    Kejadian penting di dalam negeri
    Tahun enam puluhan peristiwa terjadi
    Karena belum dicatat secara rapi
    Orangpun acuh kurang peduli

    Anak cucu perlu tahu
    Peristiwa bersejarah di masa lalu
    Kita berkisah tak usah malu
    Bukan larangan pekerjaan tabu

    Ideologi utama presiden Soekarno
    Dengan Komunis harus berkonco
    Pesan disampaikan di setiap pidato
    Siapa menolak kena buso

    Mungkin pemimpin menangggung dosa
    Berbuat salah tidak sengaja
    Karena tak pandai memilih kata

    Kelak ditanyakan oleh yang Esa

    Saat Soekarno sedang lalai
    Mengatakan Revolusi belum selesai
    Rakyat awam menderita merasai
    Komunis gembira bersorak-sorai

    Sangat biasa, sering terjadi
    Berbunuh-bunuhan dalam revolusi
    Saling menghujat, mencaci-maki
    Orangpun tewas banyak yang mati

    Provokasi dibuat kaum Komunis
    Cerita dikarang seolah logis
    Di surat kabar sering ditulis
    Isinya fitnah, sifatnya bombastis

    ........Fitnah, fitnah berkali kali, ....fitnah lebih jahat dari pembunuhan, ....lebih jahat dari pembunuhan, .....kita semua difitnah, dan saudara saudara telah dibunuh, .....kita diperlakukan demikian, ....tapi jangan kita, .....jangan kita dendam hati, iman .............. kami semua yakin, .....bahwa yang benar akan tetap menang, .....dan yang tidak benar akan tetap hancur......
    (Kutipan dari ucapan/pidato Jenderal A.H. Nasution tg. 5 Oktober 1965 saat pemakaman korban kekejaman G30S/PKI. Disampaikan dengan penuh emosi; beliau tak mampu menahan perasaan menyaksikan korban keganasan G30S/PKI
    )

    Akibat partai berpecah-pecah
    Timbul peristiwa yang tidak lumrah
    Anak nagari jadi terbelah
    Laki dan bini bisa berpisah

    Ingatan kolektif orang Minang
    Baik gadis maupun bujang
    Kampungnya pernah terlibat perang
    Dengan Pusat yang tidak seimbang

    Pengalaman yang lalu perlu diingat
    Bersatunya pemimpin dengan rakyat
    Menghadapi perang yang lebih dahsyat
    Kini terjadi di semua tempat

    Melawan globalisasi kaum pedagang
    Adalah perang yang sebenarnya perang
    Inilah perintah nenek moyang
    Agar waspada malam dan siang

    Cupak diganti orang manggaleh
    Walau kedengarannya agak aneh
    Bukan petuah yang menyeleneh
    Atau pesan yang dianggap remeh

    Jalan dipindah orang lalu, Cupak diganti orang manggaleh, adalah peringatan dari nenek moyang terhadap anak cucu untuk waspada kepada orang-orang yang ingin mengubah nilai-nilai adat yang sudah bagus.

    IV. Dwitunggal Soekarno-Hatta

    Adalah Dwitunggal pemimpin Indonesia
    Soekarno Hatta saling bersetia
    Cita cita mereka sangat mulia
    Menjadikan bangsa dikenal dunia

    Walau keduanya sama cerdik
    Soekarno dan Hatta berbeda genetik
    Bung Karno maniak kekuasaan politik
    Hatta berprilaku mamak pendidik

    Karena berbeda di dalam visi
    Hatta sukarela menarik diri
    Dari jabatan memerintah negeri
    Biarlah Soekarno berkuasa sendiri

    Itulah jaman penuh horor
    Saat presiden jadi diktator
    Kalau tak setuju langsung diteror
    Mereka dituduh sebagai provokator

    Kepada Soekarno sebagai sahabat
    Hatta menulis sepucuk surat
    Supaya negara tetap selamat
    Terhadap konstitusi harus taat

    Bukannya marah atau mengeluh
    12 September tahun 57
    Mengingatkan Soekarno agar bersungguh
    Harus menjauhi sifat angkuh

    Supaya jelas duduk perkara
    Isi surat bukan rekayasa
    Ditulis kembali ejaan lama
    Ada foto bukti nyata

    Pribadi

    Jakarta, 12 September 1957.

    Saudara Soekarno
    Presiden Republik Indonesia,
    Djakarta.

    Bung Karno
    Dalam pertemuan kita kemarin pagi di Istana Merdeka terlompat perkataan Saudara, setelah Sdr. Djuanda menyatakan behwa ia tak sanggup meneruskan pemerintahan apabila tak tercapai olehnya mengembalikan daerah daerah jang bergolak kedalam saluran hukum, bahwa Saudara sebagai formatur akan mengambil tindakan dan beroup doen op het volx en op de minderen van het logor

    Saja sedikit terkejut mendengar perkataan Saudara ini dan kelihatannya jang lain lain jang hadir itu juga.
    Kalau Saudara sebagai pemimpin politik dan negara mau beroep doen op het volk, saya dapat mengerti; ini biasa dilakukan untuk menindjau pendapat orang banjak.
    Tetapi beroep doen op de minderen van het leger ?

    Sebab itu pertanjaan saya kemarin: apakah Saudara akan menimbulkan perang Saudara, sedangkan jang akan beruntung hanja dua golongan, jaitu Sovjet-Rusia dan Amerika ?
    Seterusnya terpikir oleh saya, apakah Saudara ingin mengadakan suatu diktatur militer, dan siapa gerangan pendorongnya ?
    Dan jakinkah Saudara, bahwa diktatur sematjam itu dapat meliputi seluruh Indonesia, jang terbagi-bagi atas sekian banjak pulau?

    Berhubung dengan itu ingin saya sebagai seorang saudara memperingatkan, bahwa Saudara dengan tjita tjita sematjam itu berada dalam djalan jang berbahaja jang achirnja merugikan kepada Saudara sendiri.

    Sudahkah Saudara pikirkan, apa akibatnya tindakan seperti itu?
    Pertama dan jang mudah dipahamkan ialah, bahwa Saudara akan menimbukan perang saudara dan memetjah Indonesia, sedangkan Saudara menginginkan persatuan.

    Kedua dan ini barangkali kurang dipahami ialah, bahwa menganjurkan insubordinasi, merusak disiplin dan mengadakan anarchi didalam tentera, jang tidak akan diterima begitu saja oleh pemimpin-pemimpinnja.
    Mungkin ada diantara para perwira jang akan mengadakan reaksi terhadap Saudara, jang akibatnja tidak dapat diduga.

    Ketiga, apa djuga hasil dari tindakan seperti itu, prestige Saudara akan djatuh dan ini kerugian jang tidak ternilai besarnja bagi Indonesia seluruhnja.

    Sebab itu saya merasa perlu menulis surat ini kepada Saudara untuk mendjaga, supaja Saudara jangan terdjerumus kedjalan avontur jang berbahaja.
    Renungkanlah isi surat saya ini, jang keluar dari hati jang sutji.

    Wassalam,

    Saudaramu

    M. Hatta

    Niat Soekarno membuat geger
    Akan mengambil tindakan militer
    Mengirim tank serta panser
    Beroep doen op de minderen van leger

    Soekarno menggunakan istilah Belanda
    Hatta terkejut langsung menganalisa
    Perang saudara di depan mata
    Soviet dan Cina ikut serta

    Organisasi Cina bernama Baperki
    Aktif membantu membesarkan PKI
    Soekarno gembira bersenang hati
    Dibantu Cina penduduk negeri

    Cina Baperki orang kaya
    Uangnya banyak berjuta juta
    Hidup eksklusif di tengah kota
    Assimilasi hanya dalam retorika

    Ketika perang dingin sedang berlangsung
    Bung Karno membuat poros penting
    Jakarta, Phnomphen, Pyongyang dan Beijing
    Poros ditunggangi bahaya kuning

    Kalau dilihat filosofi budaya
    Asal muasal memang berbeda
    Luhak ber pengulu, Rantau ber raja
    Soekarno memerintah bak raja Jawa

    Meniru raja di jaman kuno
    Demokrasi terpimpin ciptaan Soekarno
    Demokrasi Pancasila buatan Suharto
    Ujudnya kawulo menanggung resiko

    Supaya tahta tetap berdiri
    Ketika raja mengatur negeri
    Kawula identik dengan kuli
    Peraturan dibuat seorang diri

    Di dalam sistem model kerajaan
    Kawula hidup penuh kemiskinan
    Raja menumpuk uang trilyunan
    Untuk anak cucu tujuh turunan

    Bila Anda belajar demokrasi
    Lihatlah pengulu saat berdiskusi
    Tidak memaksakan kehendak sendiri
    Minta pertimbangan kanan dan kiri

    Bukan seperti orang berdebat
    Kanan dan kiri diminta pendapat
    Mereka dianggap sebagai sahabat
    Semua keputusan hasil mufakat

    V. Rejim yang memerintah telah sesat

    Dua tuntutan perjuangan PRRI
    Nota dibuat secara resmi
    PKI jangan dijadikan kanti
    Saat presiden memerintah negeri

    Alasan pertama daerah bergolak
    Anggota PKI bertambah banyak
    Jika dibiarkan bisa merusak
    Panca Sila mereka rombak

    Tuntutan kedua dicatat sejarah
    Berikan otonomi kepada daerah
    Agar masyarakat tak rasa diperah
    Oleh Pusat sangat serakah

    Rezim Soekarno telah sesat
    Membagi dana tidak tepat
    Semua kekayaan diambil Pusat
    Otonomi Daerah dituduh berkhianat

    Otonomi Daerah yang diminta
    Kekayaan negeri dibagi rata
    Uang tak hanya bertumpuk di Jakarta
    Dipakai untuk pesta pora

    VI. Kemenangan pertama tidak menunggu lama

    Sejak PRRI ke luar rimba
    Ini ujud kemenangan pertama
    Hasil perjuangan tak menunggu lama
    Patut disyukuri kita bersama

    Tahun sembilan belas enam enam
    Komunis lenyap bagai dibenam
    Banyak orang melampiaskan dendam
    PKI hilang malam malam

    Allah berkehendak tiada mustahil
    Karena Tuhan bersifat adil
    PKI dibubarkan dibuat nihil
    Pimpinannya dibuang ke pulau terpencil

    Suara rakyat suara Tuhan
    Tahun 67, M.P.R.S menyatakan
    Soekarno dipecat lalu diberhentikan
    Menunggu sidang untuk dipenjarakan

    Ini korup sebenarnya korup
    Soekarno presiden seumur hidup
    15 tahun tak merasa cukup
    Demokrasi hilang bak pelita ditiup

    Karena rakyat lakukan protes
    Tahun 67 sidang MPRS
    Mengajukan Tritura agar beres
    Musyawarah berakhir dengan sukses

    Sidang MPRS di ibukota
    Dikeluarkan Tap no XXXIII
    Nasib Soekarno ada di sana
    Keputusannya perlu Anda baca

    Guna menentukan nasib Soekarno
    Begini fasafah pegangan Suharto
    Mikul nduwur, mendem njero
    Presiden dikurung, dilarang pidato

    Untuk dicatat dalam sejarah
    Presiden dikenakan tahanan rumah
    Karena dinyatakan telah bersalah
    Membiarkan Komunis berbuat ulah

    Laksana juara kehilangan tuah
    Tiada lagi orang menyembah
    Dia dikenakan tahanan rumah
    Badan diri menanggung ulah


    Untung ada isteri yang setia
    Walau bukan orang Indonesia
    Mereka dikenalkan ketika pesta
    Kabarnya geisya negeri Sakura

    Ratna Sari Dewi nama isteri
    Dewi berasal dari luar negeri
    Sangat rajin bersolek diri
    Cantik nian bak bidadari

    Isteri yang lain juga ada
    Soekarno berpoligami bak raja Jawa
    Ada yang tinggal di kota Jakarta
    Semuanya cantik dan muda belia

    VII. 40 tahun kemudian kemenangan kedua

    Walau menunggu 40 tahunan
    Setelah PRRI ke luar hutan
    Sembilan belas sembilan puluh delapan
    Kemenangan kedua baru kelihatan

    Semangat berjuang tak pernah susut
    Otonomi Daerah berhasil direbut
    Rakyat Indonesia gembira menyambut
    Pemerintah Pusat bertekuk lutut

    Kemenangan perjuangan tak perlu dipestakan
    Kekalahan bertempur memang ingatan
    PRRI dipaksa untuk melawan
    Peristiwa ini menjadi pelajaran

    VIII. Kalah dalam pertempuran, cakak nan tak seimbang

    Supaya dunia tetap seimbang
    Ini peribahasa orang Minang
    Adat juara kalah dan menang
    Membaca sejarah janganlah gamang

    Bukti diri orang mulia
    Bukan termasuk golongan paria
    Terhadap sejarah selalu setia
    Menang dan kalah permainan dunia

    Kalah bertempur bukanlah cemo
    Ini hanya suatu resiko
    Ibarat atlit bertanding sumo
    Awak kurus lawan seratus kilo

    Kalah ide itulah nan bedo
    Orang menyebut buruk cando
    Begitulah nasib ideologi Soekarno
    Laku hanya dalam pidato

    Dalam pidato Soekarno berteori
    Pidato diteriakkan petang dan pagi
    Rakyat dilarang komunisto phobi
    Inilah yang ditentang oleh PRRI

    PRRI kalah dalam pertempuran
    Dapat dianalisa, bisa dijelaskan
    Saat perang tanpa persiapan
    Ibarat petinju tidak latihan

    Tehnik pertandingan tidak dikenal
    Lawan yang dihadapi sangat handal
    Pukulannya keras walaupun kidal
    Awak amatir belum profesional

    Tentara PRRI muda mentah
    Kebanyakan mereka pelajar sekolah
    Atau mahasiswa meningalkan kuliah
    Hanya dilatih sebulan setengah


    Termasuk yang pulang dari Jawa
    Jumlahnya 400 para mahasiswa
    Bergabung PRRI secara sukarela
    Pena diganti dengan senjata

    Ada juga parewa kampung
    Buta huruf tak bisa berhitung
    Diberi perintah dia tersinggung
    Maunya bebas ibarat burung

    Tanpa disiplin seperti tentara
    Ke tempat musuh sendiri saja
    Sering menyusup ke dalam kota
    Dia bisa merusak citra

    Senjata PRRI lebih moderen
    Dari Bazoka sampai Bren
    Dilengkapi LMG serta Sten
    Nilainya sepuluh kalau diponten

    Ini contoh perlu diteladani
    Oleh pemuda masa kini
    Tidak bersikap seperti banci
    Punya martabat harga diri

    Walau tubuh ada yang kurang
    Komandan peleton kompi Singgalang
    Saat bermarkas di Tanjung Sungayang
    Sangat yakin ketika berperang

    Walau hanya bertangan satu
    Ketika senjata diisi peluru
    Sten dijepit sambil dipangku
    Tidak berharap agar dibantu

    Dia setia mengikuti sumpah
    Tiada hambatan membuat susah
    Meskipun tangan tinggal sebelah
    Memimpin pasukan dengan gagah

    Untuk orang yang sebenarnya orang
    Cacat tubuh bukan halangan
    Ketika ikut dalam perjuangan
    Tegak di depan memimpin perang

    Perlengkapan diselundupkan oleh CIA
    Amerika membantu ibarat keluarga
    Untuk menghadapi musuh bersama
    Bahaya Komunis dari utara

    Jadi prajurit, menjadi tentara
    Pilihan hidup suka suka
    Semua profesi sangat berguna
    Termasuk algojo pemenggal kepala

    Ini tidak pantas dilakukan
    Pemimpin negeri bergaya komandan
    Presiden Soekarno pernah praktekkan
    Demokrasi terpimpin dia katakan

    Kalau nak menang dalam pertempuran
    Ingat: The man behind the gun
    Senjata moderen memang dibutuhkan
    Tapi disiplin yang diutamakan

    Parewa kampung dan mahasiswa pelajar
    Disiplin kurang, semangat berkobar
    Diserang musuh sering menghindar
    Lalu mengganggu sebentar sebentar

    Mungkin disebut taktik gerilya
    Terbukti mangkus melawan Belanda
    Kini musuh jauh berbeda
    Kekalahan bertempur sudah diduga

    Tentara Pusat menduduki kota
    Pasukan PRRI di pinggir rimba
    Sering mereka kontak senjata
    Orang kampung mendapat derita

    Kalau berniat memulai perang
    Lima syarat tak boleh kurang
    Ini aturan ibarat undang-undang
    Harus dimiliki setiap pejuang

          1. Keberanian
          2. Senjata
          3. Terlatih
          4. Komunikasi
          5. Karakter pemimpian

    IX. Psywar untuk melemahkan semangat bertempur

    Supaya lawan menjadi gusar
    Peristiwa kecil dikatakan besar
    Berita bohong juga disebar
    Ini disebut taktik Psywar

    Laporan tak sesuai dengan fakta
    Yang sejengkal ditulis sehasta
    Wartawan dibayar menulis berita
    Mereka disebut Kuli tinta

    Karena perang tak juga selesai
    Ilmu psywar lalu dipakai
    PRRI diumumkan tidak pandai
    Ratusan anggotanya tewas merasai

    Para wartawan disuruh menuliskan
    250 pejuang telah dilenyapkan
    Jumlahnya banyak sangat menakutkan
    Padahal berita hanyalah bualan

    Mayat dikumpulkan di bawah Jam Gadang
    Semua wartawan segera diundang
    Disuruh menulis berita perang
    PRRI kalah, tak bisa menang

    Mantan sukarelawan tentara PRRI
    Beliau bernama engku Jasri
    Ingin bercerita sebenarnya terjadi
    Saat Pejuang menggempur Bukittinggi

    Masih segar dalam ingatan
    Bulan September tahun 58
    Kota digempur besar-besaran
    Listrik mati telah dipadamkan

    Karena lawan tiada jelas
    Tentara Soekarno sangat cemas
    Sambil berteriak keras keras
    Mereka menembak untuk membalas

    Dalam suasana gelap gulita
    Tampak sekejap kilatan cahaya
    Dari laras ujung senjata
    Letusannya gaduh memekakkan telinga

    Ketika gelap hampir subuh
    Sasaran tembak jarak jauh
    Tiada jelas kawan dan musuh
    Rakyat sipil banyak terbunuh

    Kota diserang habis-habisan
    Dengan senjata berat maupun ringan
    PRRI mengerahkan banyak pasukan
    Kalau dihitung jumlahnya ratusan

    Setelah Bukittinggi habis diserang
    Pasukan kembali ke nagari Kamang
    Diadakan apel menghitung ulang
    Hanya seorang anggota hilang

    Tidak kembali hanya seorang
    Terkena peluru tembakan senapang
    Mayatnya dijejer di depan Jam Gadang
    Dicampur sipil bernasib malang

    X. Tentara Pusat berdisiplin dan profesional

    Tentara pusat sangat berdisiplin
    Patuh dan taat kepada pemimpin
    Mereka bertempur ibarat mesin
    Semua perintah dikerjakan yakin

    Tidak membantah instruksi komandan
    Disuruh berkelahi tidak segan
    Susah dan senang ditanggung badan
    Itulah dia prajurit teladan

    Ini peribahasa dari Tirai Bambu
    Besi yang baik tak dibuat paku
    Paku berguna kalau dipalu
    Palu istirahat, paku membatu

    XI. Dewan Banteng mempelopori perjuangan

    20 Desember lima puluh enam
    Kejadiaan penting di satu malam
    Di Bukittinggi koto rang Agam
    Orang berkumpul bermacam macam

    Di Bukittinggi tanah rang Kurai
    Di dekat pasar di atas ngarai
    Di ruangan berkumpul orang pandai-pandai
    Nak mengurus negeri yang kusut-masai

    Pimpinan sipil serta komandan tentara
    Duduk mencekam tanpa berkata
    Menunggu pengumuman sebuah berita
    Soal pemerintahan negeri tercinta

    Malam itu pukul sembilan
    Achmad Husein sebagai komandan
    Menyampaikan pidato peralihan kekuasaan
    Sumatera Tengah berganti pimpinan

    Hubungan dengan Pusat lalu terputus
    Semua masalah daerah yang urus
    Perdagangan luar negeri berjalan mulus
    Pembangunan daerah berjalan lurus

    Dewan Banteng mulai berjalan
    Otonomi Daerah langsung dipraktekkan
    Hasil pembangunan bisa dirasakan
    Posisi terbaik dalam pembangunan

    XII. Kesepakatan Sungai Dareh

    Kota kecil bernama Sungai Dareh
    Dikelingi hutan banyak Ageh
    Berkumpullah orang nan gateh-gateh
    Menetapkan kesepakatan yang sakeh

    Di Sungai Dareh mereka bersepakat
    Melawan pusat yang telah sesat
    Jangan ada yang ingin berkhianat
    Nanti Allah akan melaknat

    Semua tokoh pejuang kemerdekaan
    Bukan oknum orang sembarangan
    Atau politisi kelas kacangan
    ataupun selebritis penjaja dagangan

    Banyak tokoh yang hadir di situ
    Orang Daerah bersatu padu
    Walaupun harus makan sagu
    Ijok di dangau berdinding bambu

    Karena Pusat tidak adil
    Keputusan penting harus diambil
    Pemimpin militer serta sipil
    Menegakkan hak, membuang batil

    Inilah organisasi yang tegak di depan
    Untuk menyalurkan aspirasi perjuangan
    Wadahnya disebut sebagai Dewan
    Kepalanya dipanggil sebagai pimpinan

    Dewan Gajah di Sumatera Utara
    Dewan Garuda di bumi Sriwijaya
    Dewan Banteng di tengah pulau Sumatera
    Sepakat berjuang bersama sama

    Dewan yang berbasis di Sulawesi
    Ikut bergabung dengan PRRI
    Letkol Sumual sebagai pendiri
    Permesta namanya organisasi

    Gajah terdorong karena gading
    Belang Harimau beserta saing
    Dikira dukungan dari keliling
    Kiranya hanya dalam berunding

    Dewan Gajah, Dewan Garuda
    Di awal keduanya ikut serta
    Gajah dipecat tinggal celana
    Garuda terbang entah ke mana

    Pejuang hanya tinggal berdua
    Husein di Barat, Sumual di Utara
    Tekad dibulatkan semangat membaja
    Mengingatkan Soekarno sedang berkuasa

    XIII. Pengumuman tentang PRRI

    Naskah ultimatum lalu disiapkan
    Di kota Padang dikumandangkan
    Bergantung ke Pusat perlu dilepaskan
    Segala rencana mulai diprogramkan

    PM Juanda ketika itu
    Kerja Husein memberi malu
    Karena Juanda tidak setuju
    Kepada Soekarno lansung mengadu

    Balik kepada diri Soekarno
    Merasa hebat tak boleh diago
    Kerahkan tentara dari seantero
    Menggempur Padang ibarat galodo

    Dari darat laut dan udara
    Serangan dilakukan membabi buta
    Menggunakan bermacam jenis senjata
    Kota Padang dikuasai segera

    Tentara Pusat menduduki Padang
    Menghadapi lawan tidak seimbang
    Sukarelawan PRRI lintang pukang
    Menyelamatkan diri ke garis belakang

    Gerilyawan PRRI masuk ke hutan
    Di kampung kampung tempat bertahan
    Kedua kelompok saling berintaian
    Lalu rakyat menjadi korban

    Panglima Kodam III ketika diganti
    Dengan Pranoto yang pro PKI
    Kesempatan partai menegembangkan diri
    OPR dibentuk memerangi PRRI

    PKI mengganas berkembang biak
    Menakuti rakyat mengertak-gertak
    Diselingi tertawa terbahak-bahak
    Rakyat nagari dituduh pemberontak

    Kader PKI menyusup militer
    Mereka diorganisir dalam OPR
    Dilengkapi senjata berbagai kaliber
    Diberi perintah bermacam order

    OPR pemuda pro PKI
    Ditugaskan menangkap orang PRRI
    Di dalam kampung sekehendak hati
    Menyiksa membunuh sering terjadi

    XIV. Para pendukung Komunis

    Ketika PKI mulai berkembang
    Secara damai tak bisa dilarang
    Kekuatan mereka diatur dalang
    Rusia dan Cina ada dibelakang

    Soekarno berlaku sebagai penyokong
    Hoa Kiau berperan sebagai cukong
    Si Awam ikut terbawa rendong
    Sehingga PKI menjadi sombong

    Kacau keributan selalu disulut
    Di mana tempat si miskin dihasut
    Disuruh demo menuntut nuntut
    Lalu ekonomi menjadi kalut

    Karena Komunis anti Tuhan
    Sering kudeta merebut kekuasaan
    Semua lawan wajib disingkirkan
    Ada yang dibunuh, banyak dipenjarakan

    Orang hilang dianggap biasa
    Tidak diusut, apalagi diperiksa
    Rezim Soekarno semena mena
    Melanggar Hak Azasi milik manusia

    XV. Kalah bertempur yang meminta korban

    Meski PRRI kalah bertempur
    Tidak berarti sedia melacur
    Hanya selangkah perlu mundur
    Strategi baru perlu diatur

    Lain diharap lain yang datang
    Karena hitungan tidak matang
    Gezah dan gengsi jadi terbang
    Harga diri jadi melayang

    Walaupun apa yang telah terjadi
    Achmad Husein jangan dicaci
    PRRI jangan anda malu_i
    Bibit yang boneh tetap menjadi

    Kekalahan PRRI tetap berdampak
    Program keluarga menjadi rusak
    Pelajar mahasiswa harapan kelak
    Banyak yang luka mati ditembak

    Beribu keluarga anak Minang
    Sekolah kuliah jadi terhalang
    Badan diri terlibat perang
    Resiko diterima sebagai pejuang

    Yang masih tinggal sebagai sisa
    Hidup di kampung terlunta lunta
    Lalu merantau ke berbagai kota
    Mencari hidup di kaki lima

    Aturan di kota masih longgar
    Di pinggir jalan mereka menggelar
    Dagangan lukisan ataupun gambar
    Untuk mengisi perut yang lapar

    Di samping mati atau tewas
    Dampak perang sangatlah luas
    Bila berkumpul selalu cemas
    Kalau maota tak lagi bebas

    Ketika PRRI menghentikan perang
    Inilah alasan orang Minang
    Bukannya keputusan orang-perorang
    Tapi pertimbangan yang sangat matang

    Daripada kehilangan Sapi
    biarlah Kambing yang tergadai
    Daripada kehancuran Nagari
    sifat mengalah nan dipakai

    XVI. Simbol dan lambang budaya MK yang digulung

    Kalau kita sedikit merenung
    Inilah perang yang sangat terselubung
    Untuk meredam orang kampung
    Simbol dan lambang yang digulung


    Orang Minang punya kebudayaan
    Rumah Gadang lambang persaudaraan
    Tuah Nagari simbol kejayaan
    Dijadikan objek untuk dihilangkan

    Saat perang sedang berkobar
    Rumah Gadang banyak dibakar
    Di Luhak nan Tuo Tanah Datar
    Bisa dibuat sebuah daftar

    Andaleh Br. Bukik dibumi hanguskan
    Habis sudah semua kekayaan
    Termasuk pula bahan makanan
    Hanya tinggal baju di badan

    Ini catatan untuk sejarah
    Peristiwa terjadi di Talang Tangah
    Ketika PRRI tak mau menyerah
    Nagari diamuk si jago merah

    Sabu dan Andaleh dua nagari
    Letaknya di lereng gunung Merapi
    Rumah Gadang banyak berdiri
    Kini musnah dilalap api

    Kalau kebakaran terjadi di kota
    Api dipadamkan oleh PBK
    Kebakaran di kampung membuat sengsara
    Tiada bantuan bisa diminta

    Semua harta menjadi abu
    Hidup serupa di rimba Kubu
    Kain tersisa selembar baju
    Tak ada pemerintah datang membantu

    XVII. Derita dan penantian seorang Ibu

    Di dalam laporan tercatat resmi
    Ketika perang telah terjadi
    6743 orang hilang dan mati
    Mereka pahlawan pembela demokrasi

    Sudah takdir Allah berkehendak
    Banyak yang mati kena ditembak
    Jauh dari ibu, jauh dari bapak
    Mayat terbujur di dalam semak

    Bukannya diri yang meminta
    Tapi ketetapan Tuhan yang Esa
    Jasad dikubur di tengah rimba
    Tak ada petunjuk, tiada penanda

    Inilah derita yang sangat panjang
    Saat si Buyung tak kunjung pulang
    Mungkin si anak telah hilang
    Tidak kembali setelah perang

    Ketika damai sesudah pergolakan
    Buyung belum kembali ke kampung halaman
    Bunda menunggu berbulan bulan
    Hati sedih tak bisa dikatakan

    Terasa badan tidak di bumi
    Ibu menangis sepanjang hari
    Mengenang si Buyung belahan diri
    Entah ke mana akan dicari

    Kepada kawan diminta informasi
    Tapi tiada jawaban pasti
    Buyung terpisah lama sekali
    Saat bergerilya seorang diri

    Buyung dicari ke semua tempat
    Di mana terjadi pertempuran hebat
    Antara TP dengan tentara Pusat
    Mungkinkah ananda ikut terlibat

    Kalau boleh ibu berharap
    Semoga Buyung hanya tertangkap
    Kini di tahanan sedang lelap
    Menunggu vonis hukuman tetap

    Seandainya Buyung telah gugur
    Temuilah Bunda di mimpi tidur
    Nisan pusara dijadikan penghibur
    Walau jasad telah hancur

    Beginilah nasib Bunda terima
    Tiada kabar, tiada berita
    Meskipun dicari ke mana mana
    Buyung raib tak tentu rimba

    Tiga kali orang Minang Kabau melakukan perlawanan bersenjata atau perang yang dimotivasi oleh budaya (melibatkan nagari-nagari).
    Dalam tiga perlawanan bersenjata ini tidak ada yang dimenangkan oleh nagari, akan tetapi hasil perjuangannya dirasakan beberapa tahun atau beberapa abad kemudiaan oleh anak cucu.
    Oleh sebab itu mencatat peristiwa tersebut akan bermanfaat bagi anak cucu di kemudian hari.
    Admin akan mengelinkkan catatan-catatan semacam ini dengan situs nagari saiber masing-masing.




    Link dengan situs-situs Dialektika, Logika dan Sistematika serta Toko Buku.
    nan AMPEK I ||   anggt. DPR-DPRD ||   Syair Berhaji ||   RASO-PARESO ||   Kisah PRRI ||   PITARUAH AYAH ||
    Situs komunitas nagari.org mulai dibangun th. 2002, 2003 BPNK, 2005-v2, 2007-v3. All Right Reserved, Contact and Info : info@nagari.or.id
    This site support for MSIE 5.5+, Flash 5+, JavaScript, 800 x 600 px